BaitulMaqdis, LiputanIslam.com –  Khatib dan imam Masjid al-Aqsa Syeikh Ikrimah Sabri menegaskan bahwa aksi protes warga Palestina akan terus berlanjut dan “tidak akan mundur” sampai Rezim Zionis Israel menghentikan tindakannya di tempat suci umat Islam ini.

“Aksi protes akan terus berlanjut selama rezim pendudukan al-Quds (Baitul Maqdis/Jerussalem) tidak menarik klaim-klaimnya mengenai pendudukan Masjid al-Aqsa. Kami tidak akan mundur dari garis kami, dan rezim pendudukan tak bolek menduduki Masjid al-Aqsa,” tegasnya dalam wawancara dengan TV Al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon, Minggu (23/7/2017).

Dia menambahkan, “Kami tidak akan memasuki Masjid al-Aqsa selama Israel memasang CCTV, dan kami memutuskan untuk menunjukkan orang-orang tertentu untuk menangani masalah ini.”

Syeikh al-Sabri juga menilai orang-orang Palestina tidak terlalu mementingkan reaksi resmi negara-negara Arab karena “mereka berperang satu sama lain.”

“Negara-negara Arab menelantarkan Palestina dalam konfrontasi melawan musuh,” sesalnya.

Menurutnya, Rezim Zionis memiliki rencana-rencana tertentu terkait dengan Masjid al-Aqsa dan mencari-cari kesempatan untuk mengimplementasikannya, namun orang-orang Palestina tetap bertekad untuk membela tempat suci ini.

Bentrokan antara warga Palestina dan pasukan Israel memuncak pada hari Jumat lalu setelah ketegangan berlangsung selama satu minggu menyusul tewasnya dua polisi Israel di kota lama al-Quds pada 14 Juli 2017. Selanjutnya Israel menutup komplek Masjid al-Aqsa sampai 16 Juli 2017, dan setelah itu menerapkan sistem pengamanan ekstra ketat antara lain dengan memasang CCTV dan pintu metal detector.

Sementara itu Israel dilaporkan berkemungkinan mengubah sistem keamanan yang telah diterapkan dalam beberapa hari terakhir di gerbang-gerbang Masjid al-Aqsa.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam rapat dengan kabinetnya, Minggu, mengatakan, “Sejak dimulainya bentrokan, dalam pertemuan dengan pasukan keamanan telah dilakukan berbagai evaluasi dan diambil pula kesimpulan di mana kami akan mengambil keputusan sesuai kesimpulan ini.”

Di pihak lain, Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit mengingatkan Israel agar tidak “bermain api” dan bahwa al-Quds merupakan “garis merah”.

“Al-Quds merupakan garis merah yang tak boleh disentuh di mata Arab dan umat Islam,” katanya dalam mengecam sistem pengamanan yang berlebihan terhadap warga Muslim yang akan masuk ke area suci Masjid al-Aqsa. (mm/rayalyoum/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL