Grand_Ayatollah_Ali_Khamenei,Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Uzma Sayyid Ali Khamenei menegaskan negaranya sangat menjunjung persatuan umat Islam, serta menyerukan kepada umat ini supaya mengenal musuh yang sesungguhnya, bersatu dan menghindari ikhtilaf dan sikap partisan. Dia juga mengimbau masyarakat dunia supaya memerangi kekerasan dan radikalisme, serta menilai musuh-musuh Islam sebagai penebar Syiahfobia dan Iranfobia dengan tujuan menutupi keburukan mereka dan untuk melindungi Israel.

“Republik Islam Iran menjulurkan tangan persaudaraan kepada segenap bangsa Muslim demi mewujudkan persatuan, persaudaraan, dan kekompakan di hadapan front kafir, serta menyerukan kepada seluruh masyarakat dunia supaya memerangi kekerasan, ekstrimisme dan terorisme,” seru Khamenei di hadapan para pejabat dan masyarakat Iran, termasuk Presiden Hassan Rouhani, serta para duta besar negara-negara Islam dan tamu luar negeri pada acara peringatan hari pengutusan Nabi Muhammad saw di Teheran Selasa (27/6).

Dia juga mengingatkan bahwa salah satu misi utama pengutusan para nabi, khususnya Nabi Muhammad saw , ialah menuntun umat manusia supaya menggunakan akal pikiran secara optimal. “Seandainya masyarakat konsisten dan kontinyu menggunakan akal pikiran maka banyak problema Dunia Islam yang akan dapat diselesaikan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, “Tidak adanya pemahaman yang benar dan mendalam terhadap ajaran Islam dan konsep Qur’ani telah membuat sebagian kalangan sekarang justru berbuat aniaya dan bahkan melakukan pembunuhan massal terhadap umat Islam atas nama Islam, dan di sebuah negara Afrikapun bahkan ada kelompok yang menculik banyak anak gadis atas nama Islam.”

Mengenai isu Sunnah-Syiah, Ayatullah Khamenei mengatakan, “Dewasa ini pihak musuh melakukan konflik terbuka terhadap Islam, dan salah satu cara utama mereka ialah membangkitkan perselisihan akidah dan perang antara Syiah dan Sunnah. Seadainya akal pikiran digunakan (oleh umat Islam) maka tangan dan motivasi musuh akan terlihat dan umat ini tidak akan terbawa oleh tujuan pihak-pihak yang bermaksud buruk terhadap Islam.”

Khamenei menilai bahwa di tengah umat Islam sengaja ditebar Syiahfobia dan Iranfobia oleh kaum mustakbirin dunia dengan tujuan menutupi keburukan mereka dan melindungi Rezim Zionis Israel. Karena itu Khamenei mengajak bangsa-bangsa Muslim, khususnya kaum terdidik dan para elit pemikir, agar lebih banyak berenung, menggunakan mati hati (bashirah), serta menyadari dan mengenal dengan benar front musuh Islam yang sesungguhnya.

Rouhani: Islam Agama Toleran dan Moderat

Pada acara ini Presiden Iran Hassan Rouhani juga memberikan kata sambutan yang antara lain mengingatkan nilai-nilai akhlak dan budi pekerti serta rasionalisme Nabi Muhammad saw yang telah menjadi magnet di tengah umat manusia.

“Rasulullah saw menarik kalbu manusia dengan kasih sayang dan akhlaknya yang agung, dan telah mempersembahkan pengetahuan, kebebasan dan spiritualitas kepada umat manusia,” ungkap Rouhani.

“Mukjizat Nabi Muhammad saw,” lanjutnya, “masuk dalam kategori teologis, burhan dan argumentasi, dan dalam perjalanan hidupnya beliau selalu menempuh jalur ini. Beliau mengetahui  rahasia karena terhubung dengan langit, namun beliau tidak memasang jarak dari rasionalisme dan keberpikiran universal.”

Presiden Iran menjelaskan bahwa sedemikian konsistennya Rasulullah saw pada rasionalitas sehingga argumentasi tetap beliau kedepankan dalam keadaan perang maupuan dalam keadaan damai. “Dalam Perjanjian Khudaibiyyah yang terlihat tidak adil di mata orang-orang yang berpikiran sederhana,” ungkap Rouhani, “beliau justru meraih suatu kemenangan besar yang tidak mungkin bisa dicapai dengan seratus kali perang sekalipun.”

Dia menambahkan, “Beliaulah nabi yang dengan perdamaian, toleransi, kelembutan, dan budi pekerti telah menjadi magnet bagi semua kalbu. Beliau tidak memerlukan ekspansionisme. Pesan kasih sayangnya memikat semua orang. Beliau mengelola pemerintahan Madinah dengan menjalin perjanjian dengan berbagai kabilah Yahudi dan orang-orang kafir lainnya serta bertujuan mengajarkan jalan hidup kepada generasi mendatang dan umat Islam.”

Sembari menyebut Rasulullah saw sebagai nabi yang moderat dan penegak kebebasan, pembawa petunjuk, penggalang kesejahteraan dan pembangunan, Presiden Iran mengatakan, “Islam bukanlah agama yang berat dan menyengsarakan, dan Rasulullah adalah nabi dunia dan akhirat kita.”

Lebih jauh dia menegaskan bahwa Dunia Islam yang dewasa ini terdera oleh perpecahan, ketidak adilan, kekerasan dan radikalisme sangat memerlukan pesan yang terkandung di balik pengutusan Nabi Muhammad saw, pesan toleransi, persahabatan dan persaudaraan. (mm/irna/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL