Grand_Ayatollah_Ali_Khamenei,Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Grand Ayatullah Sayid Ali Khamenei menegaskan bahwa kemelut yang sedang melanda Irak tidaklah lepas dari permainan kekuatan-kekuatan besar dunia, khususnya Amerika Serikat (AS), dan karena itu Republik Islam Iran menentang keras campurtangan AS di Irak. Dia juga menegaskan bahwa kemelut itu bukanlah konflik Sunnah-Syiah seperti yang digembar-gemborkan media Barat.

“Dalam kasus Irak, kekuatan-kekuatan antagonis Barat, khususnya rezim AS, bermaksud memanfaatkan kebodohan dan sektarianisme sejumlah elemen bodoh dan tak punya ikhtiyar,” ujar Khaemenei dalam pertemuan dengan para petinggi pengadilan dan kejaksaan Iran di Teheran, Ahad (22/6/2014), sebagaimana diberitakan FNA.

Menurutnya, AS tidak puas menyaksikan pemilu Irak sehingga mencoba menancapkan hegemoninya terhadap Irak dan mengendalikan orang-orang yang mudah patuh kepadanya.

Menyinggung statamen-statemen para pejabat AS, Khamenei juga menyebutkan bahwa Washington gencar membangun opini bahwa krisis Irak merupakan konflik bernuansa mazhab Sunni dan Syiah.

“Apa yang terjadi di Irak bukan perang antara Syiah dan Sunni, melainkan merupakan sepak terjang sistem hegemoni global untuk mengacaukan stabilitas dan keamanan Irak serta mengancam integritas negara ini dengan cara memanfaatkan sisa-sisa elemen rezim Saddam sebagai instrumen utama serta menggunakan elemen-elemen sektarian takfiri sebagai pasukan infanteri,” ungkapnya.

Dia menambahkan, “Permusuhan elemen utama penebar kekacauan di Irak terhadap kaum Sunni yang meyakini kemerdekaan Irak sama besarnya dengan permusuhan mereka terhadap kaum Syiah.”

Dia juga menegaskan bahwa konflik di Irak adalah konflik pihak-pihak yang bergabung dengan kubu AS melawan pihak-pihak yang menghendaki kemerdekaan Irak.

Lebih lanjut, dia memastikan bahwa orang-orang Irak sendiri dapat mengatasi dan membasmi para pengacau, dan karena itu Iran menolak intervensi AS di Irak.

“Kami menolak keras campurtanghan AS dan pihak-pihak lain terhadap urusan internal Irak, sebab kami meyakini bahwa pemerintah dan rakyat Irak serta otoritas keagamaan di negara ini mampu mengatasi kekacauan,” tegas Khamenei. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL