Ali KhameneiTeheran, LiputanIslam.com –   Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Grand Ayatollah Ali Khamenei menyatakan bahwa apa yang terjadi sekarang di Irak, Suriah, Yaman dan berbagai kawasan lain adalah perang bermotif politik dan sama sekali bukan perang bermotif mazhab sebagaimana yang hendak diopinikan oleh sebagian orang.

Sebagaimana dilansir Alalam, hal itu dia kemukakan dalam kata sambutannya saat ditemui oleh para peserta pertemuan ke-6 lembaga Forum Ahlul Bait Sedunia di Teheran, Senin (17/8).

Dia menyebut kekuatan-kekuatan hegemonik dunia, khususnya Amerika Serikat (AS), sebagai musuh bebuyutan dalam arti yang sesungguhnya.

“AS tidak mengindahkan norma kemanusiaan apapun. Tanpa ada yang menghalangi, AS terus menebar kekejian dan kejahatan, tapi dengan retorika yang menawan dan menampilkan senyum,” tuturnya.

Khamenei menyinggung peran Inggris di balik isu konflik Sunnah-Syiah. Menurutnya, Inggris sangat pakar dalam masalah ini, sedangkan AS adalah murid Inggris.

“Mendirikan kelompok-kelompok jahat, pengacau dan angkuh takfiri yang orang-orang AS sendiri mengaku terlibat dalam pembentukannya merupakan perangkat yang vital untuk membangkitkan pertikaian bermotif mazhab di antara bangsa-bangsa. Naifnya, sebagian umat Islam termakan oleh tipu daya ini dan berada di skenario musuh akibat minimnya wawasan mereka,” ujarnya.

Dia juga menegaskan, “Apa yang terjadi sekarang di Irak, Suriah, Yaman dan berbagai kawasan lain yang diopinikan sebagai ‘perang bernuasan mazhab’ sama sekali bukan perang bernuansa mazhab, melainkan perang politik….  Kewajiban yang terpenting sekarang ialah mengatasi pertikaian.”

Mengenai hubungan negaranya dengan negara-negara Timteng, Khamanei  menagatakan, “Sudah pernah kami katakan dengan terus terang bahwa Republik Islam Iran menjulurkan tangan persahabatan kepada semua pemerintah Islam di kawasan ini,…  Iran terikat hubungan baik dengan sebagian besar negara jiran dan pemerintah-pemerintah Islam.”

Dia menambahkan, “Sebagian negara memang berselisih dengan kami dan bertindak keji, namun Iran tetap menempuh jalan pembangunan relasi yang baik dengan negara-negara jiran dan negara-negara Islam, khususnya bangsa-bangsa regional.”

Lebih jauh dia menegaskan kontinyuitas upaya Iran membela kaum tertindas tanpa mempedulikan faktor mazhab.

“Kami tidak mengindahkan faktor mazhab dalam menyokong kaum yang teraniaya. Jadi, sebagaimana kami menyokong saudara-saudara Syiah kami di Lebanon, kami juga menyokong saudara-saudara Sunni kami Gaza serta memandang kemelut Palestina sebagai persoalan pertama dan inti Dunia Islam,” papar mantan presiden Iran tersebut.

Dia juga menegaskan, “Kami menentang perilaku dan tindakan apapun yang dapat membangkitkan pertikaian di Dunia Islam, termasuk yang berasal dari sementara kelompok Syiah. Kami mencela penistaan terhadap hal-hal yang disucikan oleh Ahlussunnah.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL