Ali KhameneiTeheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Grand Ayatullah Ali Khamenei menyatakan bahwa kejahatan Rezim Zionis Israel yang luar biasa di Gaza adalah kenyataan yang tidak bisa disembuhkan kecuali dengan pembasmian terhadapnya dan dengan perlawanan bersenjata bangsa Palestina, yang seharusnya juga terjadi di Tepi Barat.

Hal ini dia kemukakan dalam kata sambutannya pada pertemuan dengan ribuan mahasiswa dari berbagai universitas Iran serta perwakilan dari berbagai organisasi masyarakat di Teheran, Kamis (24/7).

“Politik kekerasan secara terbuka dan kepalan tangan besi yang diterapkan rezim ilegal dan imitasi (Israel) pada usianya yang ke-66 sudah berulang kali dilakukan dengan penuh kebanggaan dan keangkuhan. Sebagaimana ditegaskan oleh Imam Khomaini, Israel harus musnah. Pembasmian Israel merupakan satu-satunya cara penyembuhan yang realistis.

Namun, ini sama sekali bukan berarti pembasmian penduduk Yahudi di kawasan ini (Palestina), melainkan ada mekanisme implementatif sebagaimana telah diusung Republik Islam Iran di berbagai lembaga internasional,” jelas Khamenei, sebagaimana dilansir FNA.

Dia menambahkan, “Berdasarkan mekanisme yang diterima oleh bangsa-bangsa dunia ini, orang-orang yang memang penduduk asli kawasan ini hendaknya menentukan sendiri pemerintahan yang mereka kehendaki melalui referendum, dan dengan cara ini rezim penjajah dan imitatif akan musnah. Tentu, hingga rezim keras kepala dan pembunuh ini musnah dengan bantuan Allah SWT, reaksi keras dan perlawanan bersenjata merupakan jalan untuk menanggulangi rezim perusak ini.”

Menurut Khamenei, tidak benar anggapan bahwa Israel akan mengendurkan sikapnya seandainya di Gaza tidak ada roket, karena di Tepi Baratpun Israel juga gencar membunuhi penduduk dan merendahkan martabat mereka walaupun mereka tidak memiliki senjata apapun kecuali batu. Sedangkan dalam kasus Gaza Israel kini justru berharap adanya gencatan senjata.

“Rezim yang telah berbuat kejahatan dengan skala di luar bayangan manusia kini kewalahan menghadapi perlawanan sengit para pejuang Palestina dan mulai mencari-cari jalan keluar. Ini membuktikan bahwa kaum Zionis tidak mengenal bahasa apapun kecuali kekerasan,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Bertolak dari realitas inilah kami berkeyakinan bahwa Tepi Baratpun juga seharusnya berbekal senjata sebagimana Gaza. Orang-orang yang peduli kepada nasib Palestina harus bergerak di bidang ini supaya derita dan kesengsaraan rakyat Palestina dapat berkurang berkat keperkasaan mereka dan kelemahan musuh Zionis.”

Dia lantas mengingatkan bahwa memberikan dukungan politik kepada penduduk Gaza merupakan kewajiban bagi semua bangsa Muslim maupun non-Muslim.

“Insya Allah, pada hari al-Quds Internasional, dunia akan menyaksikan lagi gempita seruan bangsa Iran. Bangsa ini akan membuktikan bahwa motivasi untuk mendukung Palestina di negara Islam tetap kuat dan bergelora,” ungkapnya.

Hari al-Quds Internasional adalah peringatan kepedulian kepada Masjid al-Qasha dan solidaritas umat Islam untuk bangsa tertindas Palestina. Peringatan ini diselenggarakan setiap tahun di berbagai negara dunia pada setiap Jumat terakhir bulan suci Ramadhan. Karena itu, peringatan Hari al-Quds Internasional tahun ini akan diselenggarakan pada Jumat 25 Juli 2014. Berbagai kalangan di Indonesia juga turut menghidupkan peringatan ini dengan menggelar unjuk rasa mengutuk Israel dan negara-negara pendukungnya, terutama Amerika Serikat. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL