Ali KhameneiMahsyad, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Grand Ayatullah Ali Khamenei menyatakan Amerika Serikat (AS) tidak konsisten kepada perjanjiannya dengan Iran di bidang nuklir dan berusaha menekan siapapun yang berkompromi dengannya agar mengubah kebijakan.

“Mereka ingin Iran tak lagi membela orang-orang tertindas di Palestina, Bahrain dan Yaman. Mereka ingin kita patuh dan merunduk kepada kebijakan mereka dan berharap para elit menerapkan keinginan mereka.Mereka mengatakan Iran harus melakukan beberapa tindakan tertentu terkait perjanjian nuklir,” ungkap Khamenei dalam pidatonya menyambut tahun baru 1395 Hijriah Syamsiah di Masyhad, Minggu (20/3), sebagaimana dilansir al-Alam.

Dia menambahkan, “Jika kita mundur, maka musuh akan bergerak maju sampai pada tahap di mana mereka akan menuntut kita supaya tidak menerapkan hukum agama Islam, dan kita jika mundur selangkah saja, maka musuh tak akan berhenti, mereka akan maju secara bertahap.”

Dia menjelaskan bahwa AS bahkan juga berusaha menekan Iran supaya menanggalkan kebijakannya di bidang pertahanan serta menyesuaikan diri dengan ambisi Israel sebagaimana dilakukan oleh beberapa rezim Arab.

Mengenai perjanjian AS dengan Iran bidang nuklir dia menegaskan, “Pihak lain mengingkari janjinya melalui aksi tipu daya. AS mengatakan bahwa mereka akan mencabut sanksi, namun kenyataannya tidak demikian.”

Dia menjelaskan bahwa revolusi Islam Iran bukan saja telah menamatkan riwayat dominasi AS atas Iran, melainkan juga telah memotivasi bangsa-bangsa lain supaya bergerak melawan AS, dan ini menjadi sebab mengapa AS sedemikian membenci dan memusuhi bangsa Iran.

Dia mengingatkan bahwa bangsa Iran sama sekali tidak takut kepada AS maupun kubu antagonis dunia secara keseluruhan.

“Bangsa Iran sudah menghancurkan dinding ketakutan kepada AS, dan sekarang tak tak ada pejabat cerdas Iran yang takut kepada AS,” tegasnya.

Dia melanjutkan, “Tanpa basa-basi, ketika saya mengatakan ‘musuh’ maka yang saya maksud adalah AS, namun problema kita tentu bukan dengan rakyat AS, melainkan dengan para politisi dan pejabat AS. AS menerapkan sanksi dan intimidasi terhadap Iran, tapi di saat yang sama mereka mengaku tidak memusuhi Iran sehingga turut merayakan Nurouz (hari raya tahun baru nasional Iran).”

Dia kemudian menegaskan bahwaIran kini sudah menjadi kekuatan yang berpengaruh di kawasan sekitarnya dan bahkan di beberapa kawasan lain di dunia. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL