kevin barretMadison, LiputanIslam.com – Arab Saudi adalah negara yang getol menyuplai dana dan senjata kepada milisi Suriah supaya berperang untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Demikian dikatakan oleh analis dari Madison, Amerika Serikat, Kevin Barrett, dalam wawancara dengan Press TV Rabu (26/3).

“Orang-orang Saudi berusaha menggelontorkan dana dan senjata kepada orang-orang (milisi) yang umumnya gila itu dengan harapan mereka bergerak dan menjatuhkan pemerintahan seseorang lagi di Suriah,”ujar Barret. Aktivis Muslim AS yang juga bekerja sebagai dosen Universitas Wisconsin ini juga menyebut rezim Riyadh telah meminta negara-negara Barat supaya menyuplai senjata-senjata penangkis serangan udara dalam jumlah besar kepada milisi di Suriah.  “Hanya saja,” lanjut dia, “Barat kemungkinan menolak permintaan konyol Saudi untuk penyerahan senjata canggih kepada milisi itu, dan lebih mengutamakan solusi politik untuk krisis Suriah.”

Penulis buku Questioning the War on Terror: a Primer for Obama Voters ini menyebut rezim Saudi sebagai rezim yang paling patut direformasi di Timteng. “Jika di Timteng ada rezim otokrasi yang memerlukan perubahan maka rezim itu tak lain adalah rezim Arab Saudi.” Barret meminta rezim monarki Saudi supaya mempertimbangkan lagi secara mendasar pola-pola yang ia terapkan selama ini dan berhenti berusaha menggalang aksi-aksi berdarah untuk mengguling pemerintah di negara-negara jirannya.

Pemerintah Damaskus belum lama ini mengadukan rezim Riyadh kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena Arab Saudi dinilainya getol menyokong pemberontak dan milisi di Suriah. Dalam surat terpisah kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon and Ketua Dewan Keamanan PBB Sylvie Lucas, Kementerian Luar Negeri Suriah melaporkan bahwa Riyadh masih gencar menyulut kerusuhan dan kekerasan di Suriah.

Suriah juga berjanji akan melaporkan kepada Dewan Keamanan PBB identitas sekitar 230 milisi asal Saudi yang terbunuh dalam perang Suriah. Damaskus meminta PBB menekan Saudi agar berhenti menyokong terorisme. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL