palestina aziz dweikBeitalmaqdis, LiputanIslam.com –  Rezim Zionis Israel Selasa kemarin (9/6) membebaskan ketua parlemen Palestina Aziz Dweik setelah sekitar satu tahun menjebloskannya dalam penjara.

Saat memberitakan hal itu AFP menyebutkan bahwa Aziz Dweik ditangkap pasukan Israel pada 16 Juni 2014 ketika Israel menggelar aksi penangkapan secara masif menyusul hilangnya tiga remaja Israel dari sebuah jalan di bagian selatan Tepi Barat. Israel menuding pejuang Hamas terlibat aksi penculikan tiga remaja Israel yang kemudian diketahui terbunuh tersebut.

Kasus itu dijadikan alasan oleh Israel untuk menangkapi ratusan orang Palestina yang kemudian dibalas oleh para pejuang Palestina di Jalur Gaza dengan penembakan roket ke wilayah Israel hingga akhirnya berkobar perang selama sekitar 50 hari pada musim panas tahun lalu.

Klub Tahanan Palestina menyatakan 12 dari 130 anggota dewan legislatif Palestina, termasuk Aziz Dweik, ditangkap oleh Israel. Selain divonis hukuman penjara selama satu tahun, Dweik juga dikenai hukuman denda oleh pengadilan Israel.

Berdasarkan data resmi Palestina, lebih dari 6500 orang Palestina dewasa ini meringkuk dalam penjara Israel.

Otoritas Palestina Selasa kemarin menyatakan Israel bertanggungjawab atas memburuknya kondisi tahanan Palestina Khader Adnan yang melakukan aksi mogok makan. Adnan beberapa hari lalu dilarikan ke rumah sakit, namun dia tetap melanjutkan aksi itu sebagai bentuk protes atas buruknya perlakuan Israel terhadap tahanan Palestina.

Pada tahun 2012 Adnan juga melakukan aksi yang sama selama 66 hari bersama 2000 tahanan Palestina lainnya untuk memrotes penangkapan dan penahanan Israel secara sewenang-wenang terhadap orang-orang Palestina melalui aturan yang disebut “penahanan administratif”.

Dua tahanan Palestina lainnya, Mohammad Rashdan dan Aiman al-Sharbati juga melakukan aksi mogok makan untuk menandai protesnya terhadap pengisolasian mereka dan larangan mereka ditemui oleh keluarga mereka.

Penahanan administratif adalah aturan sewenang-wenang yang membolehkan aparat Israel menahan orang Palestina selama enam bulan tanpa melalui proses pengadilan, dan setelah itu masih dapat diperpanjang lagi tanpa batasan waktu yang jelas. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL