Larijani2Beirut, LiputanIslam.com – Ketua Parlemen Iran Majelis Syura Islam Ali Larijani menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) menjalin komunikasi dan bersekongkol dengan para teroris di Irak supaya menyerang Iran dan para penganut mazhab Syiah.

“Kami mengetahui bahwa sebagian pejabat AS bernegosiasi dengan para teroris dan mengatakan, ‘Jika kalian ingin mendapatkan dukungan dari kami maka kalian harus menjadikan Iran dan Syiah sebagai sasaran tembak,” kata Larijani dalam pidato politiknya di Fakultas Hukum dan Ilmu Politik Universitas Lebanon, Beirut, Senin (22/12), sebagaimana dilansir Alalam.

Dia menambahkan, “Musuh bermasalah dengan kita karena adanya kemajuan di dunia Islam. Mereka berusaha melalui berbagai jalur untuk menghadang kemajuan ini, termasuk dengan cara menciptakan kelompok-kelompok perusak seperti kawanan teroris takfiri yang kini direpresensikan oleh ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) dan semisalnya. Tapi di pihak lain ada pula kelompok-kelompok yang berpengaruh di kawasan.”

Dia lantas menyebutkan contoh kelompok Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) dan Jihad Islam di Palestina serta gerakan Hizbullah di Lebanon. Menurutnya, kelompok-kelompok ini harus didukung, dibantu dan tidak boleh diabaikan.

Saat menyinggung bahwa krisis Suriah hanya bisa diselesaikan dengan reformasi sosial dan politik, Larijani juga menegaskan bahwa di mana ada AS di situ pasti kelompok teroris.

“Inilah yang terjadi di Afghanistan dan Irak. Inilah hasil militerisasi krisis, dan setelah berjalan empat tahun mereka baru yakin bahwa krisis di Suriah hanya bisa diselesaikan melalui jalur diplomatik,” tandasnya.

Menyinggung perkembangan perundingan nuklir Iran dengan Kelompok 5+1, dia kembali menegaskan bahwa Iran tidak memiliki senjata nuklir dan tidak pula menginginkan senjata kimia.

Menurutnya, apa yang dikatakan Barat secara terbuka berbeda dengan apa yang mereka katakan di belakang. Dia juga mengatakan bahwa intimidasi Barat dalam isu nuklir Iran tak lain karena agenda mereka di Timur Tengah terkendala oleh sikap dan pendirian Iran.

Mengenai perkembangan situasi politik Lebanon, dia mengatakan bahwa Republik Islam Iran mendukung dialog yang melibatkan semua elemen politik Lebanon, termasuk Hizbullah dan kelompok al-Mustaqbal.

Berbagai sumber di Lebanon menyatakan bahwa dua kelompok berpengaruh di Lebanon ini akan mengawali dialognya di Ain al-Tineh, Lebanon, di bawah pimpinan Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri, Selasa sore (23/12).

Keterangan sumber-sumber Lebanon yang dikutip Rai al-Youm menyebutkan bahwa isu keamanan kawasan Lembah Bekaa kemungkinan akan menjadi topik pembicaraan perundingan tersebut.

Peserta perundingan di pihak al-Mustaqbal adalah Nadir al-Hariri yang menjabat penasehat wakil Saad al-Hariri, Menteri Dalam Negeri Nehad al-Mashnouk dan anggota parlemen Samir al-Jasr. Sedangkan dari pihak Hizbullah adalah wakil Sekjen Hizbullah bidang politik Hussain al-Khalil, Menteri Perindustrian Hussain al-Hajj Hassan dan anggota parlemen Hassan Fazlullah. Hadir pula dalam perundingna ini Menteri Keuangan Ali Hassan al-Khalil dari gerakan Amal. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL