polisi irakBaghdad, LiputanIslam.com – Perlu keberanian ekstra untuk menghadapi seseorang yang dicurigai sebagai teroris, sebab resikonya adalah kematian. Keberanian seperti itu rupanya dimiliki oleh seorang polisi Irak di sebuah daerah di timur laut Baquba.

Dia mendekati dan mencegah seorang pria yang dicurigainya sebagai teroris yang membawa bahan peledak. Dan benar, begitu didekati, pria itu meledakkan bom yang melilit ditubuhnya. Akibatnya, polisi itu ikut terbunuh bersama pria tersebut. Namun berkat keberaniaan polisi itu, sedikitnya puluhan orang selamat dari keganasan teroris.

Peristiwa tersebut terjadi di dekat sebuah “Husainiyah”, yaitu tempat para pengikut Syiah berkumpul untuk acara-acara keagamaan, terutama peringatan kesyahidan Imam Husain ra, cucu Nabi Muhammad saw.

“Hari ini ada teroris yang mengenakan bom sabuk berniat memasuki Husainiyah di Miqdadia, 35 km timur laut Baquba, untuk meledakkan diri di tengah kerumunan peserta acara peringatan kesyahidan Imam Husain, namun polisi pemberani bernama Nahad al-Zubaidi segera menghadang teroris itu masuk ke dalam Husainiyah,” ungkap Letjen Jamil al-Shamri, Kepala Kepolisian Provinsi Diyala, Irak, Jumat (12/11) sebagaimana dilansir lembaga pemberitaan al-Sumaria.

“Begitu dihadang,” lanjutnya, “teroris tersebut segera meledakkan diri hingga polisi itu gugur syahid.”

Al-Shamri mengatakan bahwa pengorbanan polisi ini membuktikan kecintaannya kepada sesama anak bangsa dan kesungguhannya dalam menjalankan tugas dan kewajiban.

“Dengan pengorbanan itu dia telah menyelematkan jiwa puluhan orang,” katanya.

Keberanian yang sama juga dimiliki oleh polisi lain bernama Ayyub Khalaf, 34 tahun. Polisi yang bertugas mengawal konvoi peziarah dari Diyala yang bergerak menuju Karbala, kota tempat Imam Husain ra.

Dia juga terbunuh saat melihat seorang pria yang dia curigai sebagai teroris bermaksud menyerang konvoi dengan serangan bom bunuh diri. Ketika pria itu terlihat mendekati konvoi, Ayyub Khalaf segera menghadang. Begitu teroris itu menunjukkan gerakan untuk meledakkan dirinya, Ayyub segera mendekap pria itu sekuat mungkin. Tak pelak, tubuh Ayyub ikut berkeping-keping.

Dalam beberapa tahun terakhir serangan teror bom bunuh diri selalu terjadi dengan sasaran warga Irak yang menggelar kegiatan keagamaan di masjid dan Husainiyah, terutama di hari-hari peringatan kesyahidan Imam Husain ra, yaitu pada Hari Asyura (hari kesyahidan tanggal 10 Muharram) dan Arbain (40 hari kesyahidan pada tanggal 20 Shafar).

Meski demikian, belasan juta orang dari dalam dan luar negeri Irak tetap berduyun-duyun mendatangi kota Karbala untuk mengikuti peringatan Asyura dan Arba’in.

Kamis lalu (11/12) Kementerian Pertahanan Irak mengumumkan jumlah peziarah yang telah masuk ke Karbala mencapai 17 juta orang. Laporan terbaru menyebutkan bahwa pada malam Arba’in, yaitu Jumat malam (12/12) jumlah peziarah membengkak menjadi 19 juta orang.

Sempat terjadi serangan beberapa peluru mortir di kota ini, namun tidak ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa. Sejauh ini keamanan  tampak terkendali. Sebanyak 30,000 aparat keamanan yang terdiri atas tentara dan polisi serta 18,000 relawan bersenjata dikerahkan untuk mengamankan peringatan akbar 40 hari kesyahidan putera pasangan Ali bin Thalib ra dan Fatimah Zahra ra puteri Rasul saw tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL