bomb ahsaLondon, LiputanIslam.com – Media online berbahasa Arab Rai al-Youm (RY) yang berbasis di London, Inggris, memuat artikel yang mengomentari serangan teror bom yang terjadi Jumat (29/1) di Masjid Imam Reza di Ahsa, Arab Saudi. (Baca: Serangan Teroris di Masjid Imam Reza Saudi, 5 Orang Gugur)

Menurut RY, para pejabat Arab Saudi gencar memusuhi dan menebar propaganda anti Syiah, tapi setiap kali di Saudi terjadi serangan terhadap warga Syiah, mereka tiba-tiba memperlihatkan simpati dan solidaritasnya sehingga bahkan menyebut para korban serangan itu sebagai syuhada.

“Beberapa hari lalu mereka gencar menyerang warga Syiah, tapi beberapa hari ini mereka tiba-tiba menyebut para korban serangan teror ini sebagai syuhada… Sebelum terjadi serangan terhadap masjid-masid Syiah mereka membiarkan propaganda pembasmian orang Syiah, tapi setelah terjadi serangan mereka tiba-tiba berlagak anti terorisme,” tulis RY dan dikutip IRNA, Minggu (31/1).

RY menambahkan, “Menyusul peledakan Masjid Imam Reza di kota Ahsa, jejaring sosial milik pemerintah Saudi melarang materi-materi kebencian bermotif mazhab, tapi ini hanyalah gencatan senjata temporal, dan ujaran kebencian anti Syiah setelah itu akan bermula lagi.”

RY juga menyebutkan, “Setiap kali terjadi serangan bom bunuh diri terhadap masjid Syiah di Saudi, hampir semua penebar propaganda Syiah tiba-tiba menghilang, dan jejaring itu mendadak berperilaku yang sepenuhnya kontras; menunjukkan solidaritas dan menekankan kerukunan, persaudaraan dan persatuan sesama warga negara dalam suka dan duka serta menganjurkan pendirian shalat jamaah bersama.”

Menurut RY, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi dalam statemennya mengenai serangan bom itu telah membuat pernyataan yang menarik karena menyebut para korban yang bermazhab Syiah itu sebagai syuhada.

RY lantas menyatakan bahwa serangan terhadap tempat ibadah, aksi pengacauan keamanan dan segala bentuk tindakan yang mencelakakan jiwa orang yang tak berdosa memang terkutuk di manapun.

Hanya saja, lanjut RY, problematika tersebut tidak akan teratasi hanya dengan merilis statemen berisikan kutukan terhadap pelaku serangan serta seruan kepada kerukunan hidup apabila propaganda dan ujaran kebencian bermotif perbedaan mazhab tetap saja dibiarkan dan dikembangkan. (mm)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL