negosiasi nuklir iranWina, LiputanIslam.com –   Perunding senior nuklir Iran Abbas Araghchi di Wina, Austria, menyatakan perundingan nuklir negaranya dengan lima negara anggota Dewan Keamanan PBB dan Jerman (P5+1) berhasil mencapai tahap semi final dalam penyusunan teks kesepakatan dan lima materi tambahannya.

Sebagaimana diberitakan Alalam Rabu (8/7) dia menyebutkan bahwa perselisihan utama masih berkisar pada dua poin yang berada di area sekunder, dan Iran menuntut pencabutan embargo senjata yang diterapkan Dewan Keamanan PBB.

Juru Bicara Badan Tenaga Atom Iran Behruz Kamalvandi kepada Alalam mengatakan bahwa kunjungan Dirjen Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Yukiya Amano ke Teheran membuahkan hasil positif dan berpengaruh pada proses perundingan yang berlangsung di Wina antara Iran dan P5+1.

Sebagaimana pernah diberitakan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marie Harf menyatakan bahwa kesepakatan sementara yang dicapai oleh kelompok P5+1 dan Teheran  mengenai proyek nuklir Iran diperjanjang hingga Jumat depan (10/7), dan dengan demikian maka perundingan untuk mencapai kesepakatan final diperpanjang hingga hari tersebut.

Sementara Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa salah satu problema utama yang harus diselesaikan ialah menyangkut pencabutan sanksi senjata yang diterapkan Dewan Keamanan PBB terhadap Iran pada tahun 2010.

Iran sudah sekian tahun terlibat perundingan dengan P5+1 untuk mengatasi kekhawatiran Barat terhadap program nuklir Iran. Barat mencurigai Iran berambisi nuklir untuk kepentingan militer, namun pemerintah Teheran berulangkali menegaskan program nuklirnya semata-mata untuk tujuan sipil dan damai. Iran juga menegaskan tidak ada kata mundur dalam mempertahankan haknya menguasai teknologi nuklir. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL