SYRIA-ARCHEOLOGY-HERITAGE-PALMYRADamaskus, LiputanIslam.com – Dirjen Badan Arkeologi dan Musium Suriah Mamooun Abdelkarim mengatakan negaranya akan segera memulai pembenahan kota kuno Palmyra (Tadmur) dengan kerjasama Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO).

“Salah satu wujud terindah peninggalan budaya Suriah ini sekarang sudah kembali ke dalam pelukan bangsa ini. Operasi angkatan bersenjata Suriah yang berujung bebasnya kota Palmyra telah menyelamatkan kota ini dari kehancuran dan brutalitas ISIS serta mengembalikan harapan kepada bangsa Suriah,” katanya dalam wawancara dengan Xinhua, Senin (27/3) saat menyinggung keberhasilan pasukan pemerintah Suriah merebut kembali kota purbakala itu dari tangan gerombolan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). (Baca: Tentara Suriah Bebaskan Kota Palmyra, 450 Anggota ISIS Tewas)

Menurutnya, secara umum Palmyra masih utuh, dan hanya ada beberapa bagian atau obyek yang rusak akibat vandalisme ISIS, dan karena itu proyek pembenahan kota yang sempat didududki ISIS sejak Mei 2015 itu akan segera dimulai dengan kerjasama UNESCO.

Disebutkan bahwa obyek yang rusak akibat ulah ISIS ialah Gapura Kemenangan, dua kuil, 10 makam purbakala, dan beberapa arca, sedangkan bagian-bagian lain tetap utuh, dan yang rusak itupun masih bisa diperbaiki.

Dia menambahkan bahwa di samping para pakar Suriah sendiri memiliki keahlian di bidang ini, juga terus dilakukan kontak-kontak langsung dengan UNESCO maupun lembaga-lembaga internasional terkait lainnya, dan kini sudah sudah dibuat agenda untuk memulai pembenahan.

Seperti pernah diberitakan, pasukan pemerintah Suriah berhasil membebaskan kota kuno yang terletak di pinggiran provinsi Homs itu dari cengkraman ISIS, Minggu (27/3), melalui pertempuran yang berlangsung selama beberapa hari dan menewaskan lebih dari 450 anggota ISIS. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL