john-kerry-_130726003130-391NewYork, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry mengakui Iran ikut andil dalam proses penumpasan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Menurut laporan AFP, hal tersebut dinyatakan Kerry dalam sidang Sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Jumat (18/9).

“Dalam perang melawan milisi Negara Islam (Islamic State/IS/ISIS) hampir setiap negara ikut berperan, termasuk Iran,” ungkap Kerry.

Pekan lalu Kerry menepis laporan bahwa Iran diundang dalam konferensi Paris yang digelar Selasa lalu (16/9) dalam rangka menggalang koalisi anti ISIS. Saat itu juga dikabarkan AS tidak akan menghadiri konferensi itu jika Iran disertakan.

Di lain pihak, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif Kamis lalu (18/9) dalam pidatonya di Dewan Hubungan Luar Negeri AS di New York menyatakan negaranya bersikap realistis dalam isu penumpasan ISIS. Dia juga menyindir pihak-pihak yang terlibat dalam konferensi Paris.

“Sebagian pihak yang hadir berperan dengan cara masing-masing dalam pembentukan dan penguasan kelompok teroris ISIS, namun sekarang mereka hendak berperang melawan gerombolan penjahat hasil ciptaan mereka sendiri,” ungkapnya, sebagaimana dikutip IRNA, Sabtu (20/9).

Sementara itu, dari Irak sendiri dilaporkan bahwa pasukan keamanan negara ini berhasil membersihkan empat desa di sekitar perbukitan Hamrain, provinsi Diyala, dari keberadaan para teroris ISIS.

Kantor berita resmi Irak, NINA, melaporkan bahwa pasukan keamanan Irak yang didukung oleh relawan telah melakukan penyisiran teroris serta berhasil membebaskan desa-desa Um al-Hawali, Syekh Fattah, Abu Dhaan, dan Hasan Bibi.

Sebelumnya, pasukan keamanan dan relawan Irak juga berhasil membebaskan kawasan al-Adhim dan beberapa kawasan lain di provinsi Diyala dari cengkraman teroris.

NINA juga melaporkan bahwa kontak senjata a pasukan dan relawan Irak melawan kawanan teroris ISIS masih berlanjut untuk pembebasan kawasan-kawasan lain di provinsi Diyala.

Seperti diketahui, ISIS melakukan serbuan besar-besaran ke wilayah utara Irak pada 10 Juni lalu dan berhasil menguasai banyak wilayah di sana. Namun demikian, belakangan pasukan pemerintah Irak yang didukung oleh relawan berhasil membebaskan banyak kawasan dan hingga kini terus berjuang untuk membebaskan wilayah-wilayah yang masih dikuasai ISIS. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL