john-kerry-_130726003130-391Baghdad, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, John Kerry, dalam kunjungan ke Irak Senin (23/6/2014) menyatakan negaranya telah menyiapkan beberapa opsi untuk membantu Irak dalam perang melawan teroris. Dia juga menegaskan Washington tidak akan campur tangan dalam penentuan perdana menteri dalam pemerintahan baru Irak yang akan dibentuk dalam waktu dekat. Pihaknya hanya mewanti supaya para pemimpin Irak segera mengatasi perselisihan yang ada agar pemerintahan baru bisa segera dibentuk.

“Dalam perang melawan organisasi teroris ISIS (Daulat Islam Irak dan Suriah) kami siap mendukung Irak selaku mitra strategis Amerika Serikat (AS). Dalam hal ini kami bekerja sesuai perjanjian strategis yang telah diteken oleh kedua negara,” ujar Kerry dalam jumpa pers di Baghdad Senin (23/6/2014), seperti dikutip al-Sumaria News.

“Washington telah menyiapkan beberapa opsi untuk membantu Irak memerangi teroris, antara lain dengan memberikan informasi serta pelatihan aparat keamanan,” imbuh Kerry sembari mengaku bahwa keberadaan ISIS di Irak juga membawa ancaman bagi AS dan seluruh kawasan Timur Tengah.

Kepada para pemimpin Irak dia mengimbau supaya “mengatasi perselisihan dan bersatu mempertahankan Irak dengan cara membentuk pemerintahan yang inklusif demi menyelesaikan semua kesulitan dan kemelut yang menimpa negara ini.” Dia juga mengatakan, “AS tidak akan campur tangan dalam penunjukan perdana menteri pada pemerintahan yang akan datang.”

John Kerry tiba di Baghdad Senin (23/6/2014) dalam sebuah kunjungan yang tidak dipublikasikan sebelumnya. Di Baghdad dia menemui Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki.

Menurut laporan FNA, harian New York Times menyebutkan bahwa kunjungan Kerry ke Baghdad bertujuan menekan para petinggi Irak supaya segera membentuk pemerintahan baru yang inklusif dan melibatkan semua faksi dan kelompok yang ada. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL