trump-dan-putin2Moskow, LiputanIslam.com –  Amerika Serikat (AS) sejak dua bulan lalu menghentikan kerjasamanya dengan Rusia di Suriah, namun pemerintah AS di bawah kepresiden Donald Trump dikabarkan akan memulihkan kerjasama ini, terutama untuk menumpas kelompok teroris ISIS.

RT milik Rusia dalam laporannya tentang ini Rabu (16/11/2016) menyebutkan bahwa usai pelantikan Trump nanti dia akan mengagendakan serangan udara bersama Rusia terhadap sarang-sarang teroris ISIS.

Mengutip sebuah artikel koran Washington Times , RT juga mengabarkan bahwa Pentagon dan Kemenlu AS juga mendukung kebijakan presiden AS dalam penumpasan ISIS di Suriah, dan ada kemungkinan dalam waktu dekat ini Trump akan melakukan tindakan untuk menerapkan kesepakatan yang belakangan ini dibekukan oleh Washington terkait dengan rencana serangan udara AS bersama Rusia ke posisi-posisi teroris.

Sebelum terpilih sebagai presiden AS, Trump berulangkali menegaskan dirinya berbeda kebijakan dengan presiden incumbent AS Barack Obama. Dia mengaku bahwa jika dia terpilih sebagai presiden maka Washington akan mengutamakan penumpasan ISIS dan kelompok-kelompok teroris lain di Suriah.

Dalam percakapan telefon Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Trump Selasa lalu keduanya telah membicarakan persoalan hubungan bilateral AS-Rusia, isu internasional, perkembangan situasi Suriah dan mekanisme penyatuan persepsi dan upaya bersama memerangi terorisme. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL