TelAviv, LiputanIslam.com –  Pasukan Pertahanan Israel (IDF) bekerja keras “siang dan malam” untuk memperkuat pertahanannya dalam perang yang berpotensi pecah melawan kelompok Hizbullah Libanon yang juga terus meningkatkan kemampuan militernya.  Demikian dikatakan Kepala Staf IDF Letjen Gadi Eisenkot, Selasa (30/1/2018).

Sembari menyebut Hizbullah sebagai kelompok teroris, Eisenkot menuduhnya melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan mengirim pasukan ke daerah yang seharusnya dikosongkan.

“Kelompok teroris Hizbullah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, dengan mempertahankan eksistensi militer di daerah itu, memegang sistem militer, dan meningkatkan kemampuan militernya… IDF bekerja siang dan malam melawan ancaman ini untuk memastikan kesiapan dan pencegahan,” katanya.

Pernyataan ini dilontarkan menyusul peringatan Israel bahwa Iran berencana memproduksi rudal canggih di Libanon yang akan digunakan untuk melawan Israel.

Israel dilaporkan telah puluhan kali melancarkan serangan udara terhadap konvoi senjata yang bergerak menuju ke Lebanon.

Tentang ini dia mengatakan, “Kami akan melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk menjaga perbatasan utara Israel sepi dan aman.”

Eisenkot optimis kekuatan militer Israel akan dapat mengalahkan Hizbullah.

“Saya yakin kepada superioritas militer kita, dengan kualitas komandan dan pejuang, dan kemampuan mereka untuk meraih kemenangan dalam masa perang dan untuk menentukan hasil yang tinggi dan menyakitkan bagi musuh,” sumbarnya. (mm/timesofisrael)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*