Militant Islamist fighters waving flags, travel in vehicles as they take part in a military parade along streets of Syria's northern Raqqa provinceBeirut, LiputanIslam.com –  Dengan mendekatnya pasukan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah (YPG) ke Raqqa, Suriah, yang menjadi ibu kota negara kekhalifahan ISIS, kelompok teroris ini menarik banyak pasukannya dari berbagai kawasan untuk memperkuat garis pertahanan mereka di kota tersebut. Demikian dikabarkan oleh lembaga Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR), Rabu (24/6),  sebagaimana dilansir Rai al-Youm.

Sebelumnya, YPG telah mengalahkan dan menimpakan banyak kerugian pada  ISIS di pangkalan militer Liwa-93 yang sudah satu tahun dikuasai ISIS. Pasukan teroris ini kemudian terusir dari pangkalan milik tentara Suriah tersebut. Selanjutnya, YPG juga berhasil merebut kota Ain Issa yang hanya berjarak 50 km dari Raqqa.

Perkembangan ini rupanya menimbulkan kepanikan kelompok teroris itu di Raqqah. SOHR melaporkan bahwa anak dan isteri para anggota ISIS dalam jumlah besar segera dilarikan ke luar kota Raqqah sejak Selasa lalu (23/6) untuk mengantisipasi kemungkinan serangan YPG ke Raqqah.

Lembaga SOHR yang berbasis di London dan dekat dengan kalangan oposisi Suriah itu menambahkan bahwa ISIS menarik banyak pasukannya dari luar kota untuk memperkuat garis pertahanan kota.

Berdasarkan keterangan sumber-sumber oposisi Suriah, BBC menyebutkan bahwa ISIS memperkuat kubu pertahanannya di Raqqah dengan menarik pasukannya dari Deir al-Zour dan Hasakah ke Raqqa.

Laporan lain dari situs Taht al-Mijhar memberitakan pernyataan para aktivis lokal di Raqqah bahwa ISIS Rabu (24/6) memberikan tenggat waktu 24 jam kepada warga suku Kurdi di Raqqah supaya meninggalkan kota ini.

ISIS mengancam akan menangkap warga Kurdi yang tidak mematuhi perintah tersebut. Beberapa warga Kurdi mengatakan tidak jelas alasan mengapa warga Kurdi diusir dari Raqqah.

Sementara itu, juru bicara pemerintah Amerika Serikat (AS) Josh Earnest menyebut kemajuan pasukan Kurdi sebagai “teladan” keharmonisan antarpasukan koalisi internasional pimpinan AS, namun ISIS menepis anggapan bahwa pergerakannya terbengkalai oleh serangan pasukan koalisi.

Sebagian pengamat menyatakan keberhasilan YPG merebut Ain Issa dari tangan ISIS tidak lantas berarti bahwa langkah selanjutnya bagi pasukan koalisi dan sekutunya ialah bergerak menuju Raqqa. Hanya saja, kemajuan YPG tampak menimbulkan ketegangan tersendiri bagi sebagian pendukung ISIS di Raqqa.

Juru bicara ISIS Abu Muhammad al-Adnani dalam sebuah rekaman audio menyerukan kepada para anggotanya supaya meningkatkan serangan di Suriah, Irak dan Libya selama bulan Ramadhan terhadap umat Kristen, kaum Syiah dan kaum Sunni yang terlibat dalam koalisi internasional pimpinan AS.

Dia menyebut Presiden AS Barack Obama sebagai pecundang. Dia bersumbar bahwa di masa mendatang akan terjadi “kemunduran demi kemunduran, serta kejutan demi kejutan” bagi Obama dan pasukan koalisi.

Dia juga mengklaim bahwa suku-suku Sunni telah bergabung dengan ISIS setelah pemerintah Irak dan AS gagal merangkul mereka dalam interaksi politik. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL