Baghdad, LiputanIslam.com –  Kemlu Irak merilis bantahan resmi terhadap klaim Menlu Turki Mevlut Chavusoglu bahwa Iran berusaha mempromosikan dan memperluas mazhab Syiah di Irak.

“Pernyataan ini menunjukkan pandangan sempit sektarian, dan tidak rasional,” ungkap jubur Kemlu Irak Ahmad Jamal dalam statemennya yang dirilis Selasa (21/2/2017).

Irak sendiri merupakan negara yang mayoritas penduduknya bermazhab Syiah dengan persentase minimal 60%.

Dia menegaskan bahwa pernyataan Chavusoglu jelas tak dapat diterima dan menandakan bahwa Turki terlalu sempit dalam membaca realitas perang Irak melawan terorisme, padahal perang ini menjadi pangkal terbentuknya berbagai aliansi di kawasan regional dan global.

Sehari sebelumnya, Kemlu Iran memanggil Duta Besar Turki untuk Iran di Teheran guna menyampaikan nota protesnya terhadap tuduhan Menlu Turki yang berbau SARA tersebut.

Menurut IRNA, sebagaimana Arab Saudi, Turki acapkali melontarkan tuduhan sektarian terhadap Iran, sementara Turki sendiri menduduki sebagian wilayah provinsi Nineveh, Irak utara, dengan dalih yang beraromakan SARA, padahal pemerintah Irak sudah berulangkali mendesak Turki agar menarik pasukannya dari wilayah kedaulatan Irak. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL