Washington, LiputanIslam.com –  Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, akan memuluskan rencana untuk mencatat kelompok Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok dan organisasi teroris. Demikian dikatakan oleh penasehat Trump, Walid Phares, dalam statemen pertamanya segera setelah kemenangan Trump dalam pemilu presiden AS.

“Rencana itu mengambang di Kongres selama sekian tahun akibat ketidak percayaan Gedung Putih kepadanya, sebab Presiden Barack Obama mendukung mereka,” ungkap Phares, Rabu (9/11/2016).

Dia menambahkan, “Trump memandang Ikhwanul Muslimin sebagai salah satu kelompok radikal paling berbahaya. Karena itu dia ingin mengarahkan serangan militer terhadap Ikhwanul Muslimin, bukan malah melindunginya secara politik sebagaimana dilakukan oleh Obama dan Hillary Clinton.”

Senada dengan ini, Ketua Kimisi Hubungan Afrika pada parlemen Mesir, Mostafa El-Guindy, menyatakan terpilihnya Trump sebagai presiden AS merupakan “bencana” bagi Ikhwanul Muslimin.

Dia memperkirakan bahwa Kongres tidak lama lagi akan memasukkan Ikhwanul Muslimin dalam daftar organisasi teroris.

Menurut pemilik properti yang disewa oleh Trump pada masa kampanye pemilu presiden AS ini, kemenangan Trump justru menguntungkan keamanan global.

“Kemenangan Trump menguntungkan keamanan dunia, dan mencegah calon kuat saingannya, Hillary Clinton, yang justru akan menyebabkan terjadinya Perang Dunia III karena dia mengikuti kebijakan Obama,” tuturnya dalam wawancara dengan surat kabar al-Watan.

El-Guindy menilai Clinton dan Obama sama-sama telah mengacaukan dunia dan menyebabkan intervensi AS di sejumlah kawasan dan negara dunia akibat kebijakan-kebijakan salah yang berimbas pada sejumlah isu internasional. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL