NewYork, LiputanIslam.com   Kelompok “Segi Empat” mediator perdamaian Timteng menentang keras berlanjutnya aktivitas Israel memangun permukiman di wilayah pendudukan Palestina. Kelompok yang terdiri atas PBB, Amerika Serikat (AS), Rusia dan Uni Eropa ini mengingatkan bahwa tindakan Israel itu beresiko menghilangkan kesempatan untuk menciptakan perdamaian melalui solusi pembentukan dua negara.

“Segi Empat menekankan penentangan yang kuat terhadap kegiatanan permukiman yang sedang berlangsung, yang merupakan hambatan bagi perdamaian, dan menyatakan keprihatinannya bahwa percepatan pembangunan permukiman dan perluasan … terus mengikis kelangsungan solusi dua-negara,” ungkap kelompok dalam statemennya yang dirilis usai pertemuan yang mereka lakukan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB, Jumat (23/9/2016), sebagaimana dilansir Reuters.

Juli lalu kelompok ini juga membuat laporan disertai desakan kepada Israel agar menghentikan proyek pembangunan permukiman di wilayah pendudukan Palestina tahun 1967, dan Jumat kemarin mereka meminta kedua pihak Palestina dan Israel menahan diri dan berusaha meredakan ketegangan.

Pada tahun 2002 kelompok ini menggulirkan prakarsa yang disebut peta jalan menuju perdamaian Timteng.  Prakarsa yang disahkan oleh Dewan Keamanan ini mencanangkan pembentukan dua negara Palestina dan Israel, perlucutan senjata kelompok-kelompok pejuang Palestina, dan pembebasan para tawanan kedua belah pihak.

Perundingan demi perundinganpun kemudian diselenggarakan secara intensif dengan tujuan mendirikan negara Palestina merdeka di wilayah pendudukan 1967. Tapi perundingan yang berlangsung selama sembilan bulan dan didukung penuh oleh AS itu akhirnya buyar tanpa hasil pada dua tahun lalu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pemimpin otoritas Palestina Mahmoud Abbas dalam sidang Majelis Umum PBB sekarang sama sekali tidak menunjukkan hasrat masing-masing kepada perdamaian. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL