Baghdad, LiputanIslam.com – Faksi Sadr yang memenangi pemilu di Irak menegaskan bahwa hubungannya dengan Iran solid tidak akan tunduk pada tekanan Amerika Serikat (AS) maupun negara lain.

Hal ini dinyatakan Diya al-Asadi, kepala kantor Sayyid Moqtada Sadr, pemimpin aliansi “Sairun” yang menang pemilu Irak, dalam wawancara dengan channel al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon, seperti dikutip Fars News, Selasa (22/5/2018).

Al-Asadi memastikan Moqtada Sadr tidak menjalin hubungan rahasia dengan Arab Saudi, dan kunjungannya ke Saudipun dilakukan dengan sepenuhnya terbuka. Dia juga mengatakan bahwa campur tangan Saudi dalam bentuk apapun akan buruk bagi Irak.

Menurutnya, Moqtada Sadr juga tidak akan pernah membiarkan Irak menjadi tempat bagi pihak asing untuk menyerang negara jiran.

“Faksi Sadr dan para sekutunya tidak akan tunduk kepada keinginan AS. Ada hubungan yang solid antara kami dan Iran. Kami tidak tunduk kepada apapun keinginan pihak asing, baik AS maupun yang lain. Keberadaan AS di Irak di Irak tak dapat diterima dan keluar dari konvensi diplomatik,” ujarnya. (mm/farsnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*