milisi sadr irakBaghdad, LiputanIslam.com – Anggota parlemen Irak dari fraksi al-Ahrar yang berifiliasi dengan kelompok Sadr, Abdul Aziz al-Dalimi, menyatakan Irak akan menjadi kuburan tentara Amerika Serikat (AS) jika pasukan imperialis itu menjejakkan kaki lagi ke Negeri 1001 Malam tersebut dengan dalih menumpas kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“Irak akan berubah menjadi kuburan bagi tentara AS jika militer AS masuk lagi ke Irak,” ungkapnya, sebagaimana dilansir al-Sumaria, Kamis (18/9).

Dia menambahkan bahwa sesuai sikap pemimpin kelompok Sadr, Moqtada Sadr, fraksi al-Ahrar menentang segala bentuk campur tangan asing di Irak. Karena itu dia meminta pemerintah Irak berkonsultasi dengan parlemen dan tidak mengambil keputusan untuk membiarkan intervensi pasukan asing.

Menurutnya, parlemen akan mengambil keputusan yang diperlukan jika AS sampai melakukan intervensi di Irak dan melangkahi kedaulatan negara ini, dan kelompok Sadr pun juga akan mengubah Irak menjadi kuburan bagi pasukan AS.

Ancaman serupa juga dilontarkan oleh Sekretaris Jenderal gerakan Ahlul Haqq Rabu malam lalu (17/9). Saat menolak pendatangan pasukan AS serta meminta supaya persenjataan tentara Irak diperkuat dia menegaskan, “ISIS adalah buatan AS dengan tujuan mengoyak kawasan dan menciptakan negara Yahudi.”

Senin lalu (15/9) Moqtada Sadr sendiri menegaskan pihaknya akan menyerang pasukan AS jika jadi datang lagi ke Irak. Dia bahkan menyatakan akan menarik seluruh petempurnya dari semua gelanggang pertempuran dengan ISIS untuk kemudian beralih berperang melawan pasukan AS.

Kelompok Sadr adalah salah satu kelompok Syiah yang paling berpengaruh di Irak. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL