Anti-government protesters gather during a rally demanding the ouster of Yemen's President Ali Abdulah Saleh, outside Sanaa UniversitySanaa, LiputanIslam.com – Berbagai elemen politik Yaman kembali menggelar perundingan di bawah pengawasan utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Jamal Benomar di Sanaa, ibu kota Yaman, untuk meredakan gejolak yang melanda negara ini. Demikian dilaporkan beberapa media Timur Tengah, termasuk Rai al-Youm dan Alalam, Senin (9/2/2015).

Komisi Tinggi Revolusi Yaman menyatakan bahwa perundingan ini adalah dalam rangka menerapkan “deklarasi konstitusional” yang telah diumumkan gerakan Ansarullah atay kelompok Syiah al-Houthi beberapa hari lalu.

Komisi Tinggi Revolusi dibentuk untuk pendaftaran nama para mantan anggota parlemen yang bersedia bergabung dengan Dewan Nasional. Parlemen Yaman sendiri telah dibubarkan oleh Ansarullah yang menguasai ibu kota.

Komisi tersebut mengimbau kepada para mantan anggota parlemen supaya bergabung dalam dewan transisional yang akan segera dibentuk tersebut.

Jamal Benomar sebelumnya mengumumkan bahwa kelompok-kelompok politik sepakat untuk memulai lagi perundingan pada Senin (9/2/2015) demi membebaskan Yaman dari kemelut.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon menyambut baik dimulainya lagi perundingan antar kelompok yang berselisih di Yaman. Dia menambahkan bahwa PBB berkomitmen membantu segala upaya berbagai pihak di Yaman untuk menyelesaikan krisis politik dan konfrontasi negara ini.

Dia mengimbau semua pihak supaya merampungkan transisi politik sesuai perangkat yang sudah tertera dalam inisiatif Dewan Kerjasama serta hasil dialog nasional, kesepakatan damai, dan partisipasi nasional.

Dia menyerukan supaya semua pihak bersedia berunding berdasarkan iktikad baik dan semangat saling pengertian serta bekerjasama dengan utusan khusus PBB.

Di pihak lain, dewan kabinet Arab Saudi menyatakan bahwa perkembangan situasi di Yaman mengancam keamanan Yaman dan kawasan sekitarnya. Dewan ini menyebut “deklarasi konstitusional” yang dirilis Ansrallah sebagai “kudeta terhadap legitimasi”.

Pernyataan tersebut dikemukakan dalam sidang dewan kabinet Saudi yang dipimpin langsung oleh Raja Salman bin Abdulaziz di Istana al-Yamamah, Riyadh, ibu kota Saudi, Senin (9/2/2015). (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL