London, LiputanIslam.com –   Pengamatan terbaru menyatakan bahwa Negara Islam Irak dan Suriah  (ISIS/IS) semakin banyak mengerahkan kaum perempuannya dalam perang setelah kelompok teroris takfiri berfaham Salafi/Wahabi ini kehilangan banyak kombatan prianya akibat pertempuran di berbagai kawasan Irak dan Suriah.

Sebagaimana dilansir Sky News, analisa perusahaan IHS Markit  yang bermarkas di Inggris menyebutkan bahwa ISIS sekarang kekurangan anggotanya dan apa yang mereka lakukan belakangan ini mengalami perubahan besar, terutama karena kelompok ini diketahui sangat ketat terkait dengan peran kaum perempuan.

Dijelaskan bahwa ISIS melancarkan serangan hebat di kota Raqqa, Suriah utara, dan kota Tal Afar, Irak utara, namun tak ada kemungkinan ISIS dapat merebut lagi kawasan-kawasan yang sudah lepas dari tangan mereka.

Pengamat dari IHS Markit,  Ludovico Carlino, dalam analisisnya itu mencatat ISIS telah mengerahkan banyak kaum perempuannya setelah banyak anggota prianya tewas dalam pertempuran, dan ISIS kini berusaha menyadari banyaknya kerugian dan kekalahan yang menimpa mereka.

Disebutkan dalam perang di Mosul, Irak utara, misalnya, 40% serangan bom bunuh diri ISIS dilancarkan oleh kaum perempuannya, tapi tak jelas apakah kaum perempuan itu melakukannya dengan sukarela atau karena dipaksa. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL