iraq-bombingBaghdad, LiputanIslam.com – Sekitar 30 warga Irak akibat serangkaian serangan teror di sekitar Baghdad, ibu kota Irak, Kamis kemarin (15/5/2014). Selain itu, sebanyak 80 ekstrimis bersenjata juga dilaporkan tewas di tangan tentara Irak di selatan Baghdad dan kota Fallujah.

Dalam serangan di utara Baghdad, kawanan bersenjata tak dikenal membunuh lima petugas setelah mobil kawanan itu dihentikan di lokasi peristiwa. Dalam serangan lain, kelompok militan meledakkan bom pada saat jam sibuk di distrik komersial Karrada, menewaskan tujuh orang, tiga di antaranya polisi, dan menciderai 21 orang lainnya.

Serangan bom juga terjadi di gerbang utama sebuah kantor yang bernaung di bawah Departemen Pendidikan Tinggi Irak di Baghdad, mengakibatkan lima orang tewas, dua di antaranya polisi, dan 12 lainnya menderita luka-luka.

Sedangkan di kota Sadr yang bersebelahan dengan Baghdad, satu bom mobil meledak di dekat pintu keluar sebuah pasar. Disebutkan bahwa akibat ledakan ini delapan orang tewas dan 17 lainnya cidera.

Di kota Yusufiah, kawanan ekstrimis menyerang rumah seorang pria pejuang Sunni anti al-Qaida mengakibatkan pria itu tewas bersama empat anggota keluarganya.

Sementara itu, otoritas Irak melaporkan 80 elemen teroris tewas dalam operasi militer Irak di kota Falullah dan kawasan selatan Baghdad. Kementerian Pertahanan (Kemhan) Irak dalam siaran persnya Kamis kemarin menyebutkan tentara Irak berhasil menggagalkan serangan besar militan terhadap markas tentara Irak di kawasan Amiriah, Fallujah, Kamis dini hari kemarin.

Disebutkan bahwa dalam peristiwa itu terjadi pertempuran sengit di mana tentara Irak berhasil menghabisi nyawa 60 militan anggota Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIL) yang berusaha menguasai kawasan Amiriah. ISIL sudah berulangkali melancarkan serangan untuk menguasai kawasan yang merupakan jalur utama menuju Baghadad tersebut namun selalu gagal.

Kemhan Irak juga menyatakan bahwa 15 elemen teroris tewas sedangkan empat lainnya tertangkap dalam kondisi luka-luka akibat serangan udara tentara Irak di kawasan Fadiliyah di utara provinsi Babil.

Di bagian lain, Kementerian Dalam Negeri Irak menyatakan lima orang teroris anggota ISIL tewas akibat serangan pasukan reaksi cepat Irak di sebuah kawasan dekat Fallujah.

Sejak awal tahun ini militan ISIL dan beberapa kelompok ekstrimis bersenjata lainnya menduduki kota Fallujah dan beberapa kawasan lainya di kota Ramadi yang terletak di sebelah barat kota Fallujah. Hingga kini tentara Irak masih mengepung Fallujah dan menggempur posisi-posisi gerilyawan bersenjata di sekitar kota tersebut serta melancarkan operasi militer untuk menumpas gerilyawan di Ramadi.

Sejak awal tahun ini pula tercatat lebih dari 300 orang tewas akibat kekerasan di Fallujah, sedangkan di Irak secara keseluruhan sepanjang kurun waktu yang sama kekerasan telah menewaskan lebih dari 3300 orang.

Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki menuding Arab Saudi dan Qatar berada di balik memburuknya situasi keamanan Irak. Nouri juga menyebut rezim Saudi sebagai pendukung utama terorisme di dunia. (mm/presstv/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL