iraq-bombingBaghdad, LiputanIslam.com – Sedikitnya 37 nyawa melayang akibat gelombang kekerasan terbaru yang terjadi di berbagai wilayah Irak, khususnya Baghdad. Di kota Tarmiyah, 45 kilometer utara Baghdad, sembilan orang yang sebagian besar adalah tentara tewas dan 14 lainnya cidera akibat serangan kelompok militan terhadap pos tentara Irak Selasa (25/3). Masih di utara Baghdad, sebuah bom mobil menerjang mobil patroli di kota Taji menyebabkan empat tentara Irak tewas dan 11 lainnya menderita luka-luka.

Sedangkan di Baghdad sendiri 11 orang tewas akibat ledakan bom mobil yang terjadi di beberapa tempat. Di propinsi Diyala, sebuah bom meledak menghantam iring-iringan mobil seorang anggota legislatif Irak ketika melintas di sebuah jalan di dekat kota Baquba. Pejabat itu lolos dari sergapan maut, namun tiga orang pengawalnya terbunuh dan tiga lainnya cidera.

Serangan sporadis juga terjadi di sekitar Baquba serta di kota Tikrit dan Mosul menyebabkan 11 orang tewas, empat di antaranya polisi dan satu perempuan.

Dalam satu tahun terakhir Irak mengalami gelombang kekerasan sejak kelompok Negara Islam Irak dan Syam (ISIL) yang berafiliasi dengan jaringan teroris al-Qaida beraksi di Negeri 1001 Malam tersebut. ISIL tercatat sebagai kelompok ekstrimis yang paling banyak menebar kekerasan di provinsi al-Anbar, Irak bagian barat.

Sejak awal tahun 2014, tak kurang dari 2,100 orang tewas di Irak akibat meningginya gelombang aksi kekerasan. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*