intida 3_1Ramallah, LiputanIslam.com – Aksi kekerasan kian melanda wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza, Palestina, hingga banyak menelan korban jiwa dan luka warga Palestina.

Bentrokan sengit yang berkobar di wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza usai shalat Jumat kemarin (9/10) mengakibatkan tujuh warga Palestina gugur syahid dan puluhan lainnya luka-luka, sementara satu polisi Israel di al-Khalil dan satu pendatang Zionis di Baitul Maqdis terluka ditikam pemuda Palestina dengan senjata tajam.

Mengutip keterangan Departemen Kesehatan Palestina, Alalam melaporkan enam warga Palestina dan sedikitnya 60 lainnya luka-luka dengan kondisi 10 di antaranya kritis terkena muntahan peluru pasukan pendudukan Israel di bagian timur Gaza dan bagian timur Khan Yunis di selatan Jalur Gaza, sementara satu pemuda Palestina lainnya gugur di kota al-Khalil dan 11 lainnya luka-luka di kawasan al-Qadam. Pemuda yang gugur di al-Khalil adalah warga Palestina yang menyerang polisi Israel dengan senjata tajam dekat sebuah permukiman Zionis.

Bentrokan juga melanda beberapa kota dan daerah lain di Tepi Barat, yaitu Jenin, Beitlehem, dan Nablus, mengakibatkan satu pemuda Palestina gugur dan puluhan warga Palestina cidera.

Di pihak lain, sumber-sumber Zionis menyatakan warga Zionis terluka ditikam oleh seorang remaja Palestina berusia 14 tahun yang kemudian dikejar dan ditangkap di Baitul Maqdis.

Wakil Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, menegaskan orang-orang Palestina di Jalur Gaza sepenuhnya siap untuk ikut berkonfrontasi melawan Zionis Israel di al-Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem).

“Meskipun mendapat tekanan, blokade dan gangguan, Hamas tidak akan pernah ragu untuk ikut serta dalam konfrontasi di al-Quds… Pengalaman di Jalur Gaza dalam tiga perang (melawan Zionis) serta kesolidan dan semangat pengorbanan yang telah ditunjukkan dalam peperangan ini merupakan khazanah stategis bagi Tepi Barat, al-Quds, Masjidil Aqsa dan Palestina secara keseluruhan,” tegasnya saat berpidato di Gaza, seperti dilansir IRNA.

Menurut Haniyeh, Palestina sedang menyongsong intifada ke-3, dan Hamas sama sekali tidak bermaksud mendirikan negara kecil sendiri yang terpisah dari Tepi Barat.

IRNA juga mengutip keterangan lembaga Bulan Sabit Merah Palestina bahwa dalam bentrokan yang sepanjang Jumat kemarin korban luka warga Palestina di Tepi Barat bahkan mencapai 351, 25 di antaranya terkena peluru timah, sedangkan total jumlah korban luka Palestina yang jatuh dalam gelombang bentrokan yang melanda Palestina akhir-akhir ini mencapai 1640 orang yang 101 di antaranya terkena tembakan peluru timah. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL