UN’s Ban seeks advice on Iraq crisis from Ayatollah Sistani

Foto: Pertemuan Sekjen PBB Ban Ki-moon dengan Grand Ayatollah Ali al-Sistani in Najaf 24 Juli, 2014. Sumber: Alalam

Baghdad, LiputanIslam.com – Ulama besar Syiah Irak, Grand Ayatollah Ali al-Sistani, menyerukan kepada para pengikutnya supaya bersatu melawan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Dia juga menyebut para politisi Irak hanya memikirkan kepentingannya sendiri sehingga krisis Irak terus memburuk. Bersamaan dengan ini, Kepala Direktorat Urusan Keagamaan Turki, Mehmet Gormez, menyatakan bahwa masyarakat dunia tidak boleh diam menyaksikan kejahatan ISIS.

Sebagaimana dilaporkan IRNA, seruan Ayatollah al-Sistani tersebut disampaikan oleh wakilnya, Abdul Mahdi Karbalai, dalam khutbah Jumat (8/8) di kota Karbala.
“Para politisi yang terikat oleh jabatan masing-masing telah melakukan kesalahan besar,” ujar Karbalai sembari menyampai seruan al-Sistani supaya para politisi segera memecah kebuntuan politik dan menunjuk perdana menteri Irak demi mengakhiri krisis.

“Semua kelompok harus mengetahui bahwa konflik dan pertikaian sesama mereka dalam banyak hal hanya berlatar belakang kepentingan pribadi atau golongan sehingga melemahkan mereka semua, dan membuka pintu bagi para teroris,” lanjutnya.

Karbalai mengaku prihatin atas aksi kawanan teroris di berbagai kawasan yang mayoritas penduduknya menganut sekte Yazidi dan Kristen.

Sementara itu, Kepala Direktorat Urusan Keagamaan Turki, Mehmet Gormez, menyerukan kepada masyarakat dunia supaya turun tangan dan tidak hanya menonton kebiadaban ISIS.

“Masyarakat dunia tidak boleh cuma menonton kejahatan ISIS terhadap warga Yazidi,” tegas Gormez kepada kantor berita Turki, Anadolu.

“Orang yang membunuh orang lain karena pandangannya dan memaksanya pergi dari rumah dan kampung halamannya sama sekali tidak dibenarkan oleh Islam. Dengan alasan apapun, tindakan demikian tidak bisa diterima oleh Islam,” lanjutnya.

Seperti diketahui, berbagai laporan dalam beberapa hari terakhir ini menyebutkan bahwa ISIS telah membantai ratusan pria Yazidi dan menawan ratusan perempuannya. Selain itu, puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu warga Yazidi (Izidi) kota Sinjar, Irak utara, terpaksa mengungsi dan terlunta-lunta dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Tak hanya itu, puluhan ribu warga Kristen di beberapa kota kecil sebelah timur Mosul juga terlunta menuju Arbil dan Dahuk untuk menyelamatkan diri dari kekejaman ISIS setelah kota-kota diserbu kawanan teroris tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL