Baghdad, LiputanIslam.com –   Mendagri Irak Yaseen al-Yasiri menyatakan bahwa pasukan keamanan negara ini telah menangkap puluhan orang yang diduga terlibat dalam serangan ke Kedubes Bahrain.

“Pasukan keamanan telah menangkap 54 orang di antara para penyerang Kedubes Bahrain,” ungkapnya, Kamis (27/6/2019).

Baca:  Penutupan Konferensi Bahrain, Kushner Sebut Para Pemimpin Palestina Gagal

Dia menambahkan bahwa “tindakan hukum akan dilakukan terhadap mereka” karena “keamanan kedubes dan perwakilan asing adalah garis merah sehingga pelanggaran terhadapnya tak dapat ditolerir dalam kondisi bagaimanapun.”

Al-Yasiri juga mengaku telah memerintahkan pembentukan sebuah tim untuk memeriksa komandan pasukan perlindungan kedubes.

Baca: Wartawan Israel Bertindak Provokatif Ini, Ini Reaksi Epik Penduduk Bahrain

Gedung Kedubes Bahrain di kawasan al-Mansour, Baghdad, diserang oleh massa pengunjuk rasa yang memrotes Perjanjian Abad Ini dan lokakarya ekonomi Bahrain. Mereka menurunkan bendera Bahrain dan menggantinya dengan bendera Palestina.

Sejumlah besar pasukan keamanan yang bernaung di bawah Kemendagri kemudian mendatangi lokasi tersebut untuk membubarkan massa dan mengendalikan situasi.

Baca: Jared Kushner dan Kenaifan Lokakarya Bahrain

Kantor Perdana Menteri Irak Adel Abdul-Mahdi, Jumat (28/6/2019), merilis pernyataan kecaman atas insiden tersebut.

“Pemerintah sangat prihatin atas tindakan sejumlah pengunjuk rasa kemarin malam melanggar Kedubes Kerajaan Bahrain, melakukan perusakan, dan melanggar hukum serta kedaulatan dan kekebalan utusan diplomatik,” bunyi pernyataan itu.

Pernyataan itu juga memastikan bahwa tindakan tegas segera dilakukan untuk mengusir mereka dari kedubes Bahrain dan menangkap para pelakunya untuk kemudian diproses secara hukum. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*