pakistan imran khanIslamabad, LiputanIslam.com –  Pernyataan secara terbuka yang menyudutkan Arab Saudi dalam beberapa bulan ini menjadi sesuatu yang tabu di Pakistan, namun belakangan situasi di negara ini tampak berubah drastis sehingga pernyataan anti Saudi bahkan menjadi semacam bahan kampanye pemilu.

Imran Khan, politisi ternama oposisi Pakistan yang memimpin partai Tahreek-e Insaf dalam kunjungannya ke Gilgit-Baltistan untuk kampanye pemilu parlemen negara bagian mengingatkan pemerintah negara ini supaya jangan coba-coba berpikir untuk menuruti kemauan Arab Saudi agar Pakistan terlibat dalam perang terhadap Yaman.

“Meskipun serangan AS ke Afghanistan sudah berlalu 10 tahun silam dan Pakistanpun menyertai AS, namun rakyat Pakistan sampai  sekarang masih harus menanggung ongkos serangan ini,” serunya di hadapan ribuan pendukungnya, sebagaimana dikutip IRNA, Jumat (6/6).

Mantan atlet kriket popular Pakistan ini mengingatkan bahwa kalaupun mau terlibat dalam isu Yaman, Islamabad hanya boleh menjadi penengah untuk penyelesaian konflik.

“Seandainya kami (Tahreek-e Insaf dan partai-partai oposisi lain di parlemen) tidak solid menentang obsesi Arab Saudi, bukan tak mungkin Pakistan sekarang sudah mengirim pasukan ke Yaman,” ungkapnya.

Lebih dari sebulan lalu parlemen Pakistan mensahkan resolusi yang menegaskan bahwa negara ini harus mengambil sikap netral dalam isu Yaman dan tidak boleh terlibat dalam serangan Saudi ke Yaman. Resolusi ini tak pelak membuat Saudi dan negara-negara Arab sekutunya kebakaran jenggot.

Menurut Umar Khan, energi tentara Pakistan sebaiknya dikerahkan untuk perang melawan terorisme di dalam negeri sendiri.
Sudah menjadi rahasia umum di Pakistan bahwa Saudi banyak menghamburkan dananya di Pakistan untuk menyuburkan radikalisme, ekstrimisme dan sektarianisme sehingga pemerintah Saudi dinilai buruk oleh publik Pakistan.

Sementara itu, dalam seminar bertema “Krisis Yaman dan Arab Saudi” di Pusat Riset dan Kajian Keamanan Pakistan di Islamabad, ibu kota Pakistan, Reza Naim, pakar Pakistan bidang sejarah Timteng menilai resolusi Dewan Keamanan PBB terkait konflik Yaman tak dapat diterima karena jelas sepihak; menuntut milisi Houthi meletakkan senjata, tapi tidak dibarengi dengan kecaman terhadap serangan Saudi ke Yaman.

“Resolusi yang dinilai banyak negara, termasuk Pakistan ini, harus diterapkan ini tidak dapat diterima,” katanya.  (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL