Damaskus, LiputanIslam.com –  Pusat Rusia untuk Rekonsiliasi Suriah menyatakan bahwa kawanan bersenjata ilegal di Suriah belakangan ini telah menyerahkan 11 unit tank serta berbagai jenis senjata lain.

Kepala Pusat Rusia untuk Rekonsiliasi Suriah Alexei Tsygankov, Senin (9/7/2018), mengatakan, “Dalam 24 jam terakhir kawanan bersenjata telah menyerah 11 tank, 5 kendaraan pasukan infanteri, 5 mortir, 55 senapan mesin ringan, 3 senjata anti pesawat udara, 14 roket anti tank buatan Amerika Serikat, dan sejumlah besar senjata api ringan.”

Dia menambahkan bahwa militer Rusia mengadakan perundingan dengan para tokoh lokal Suriah dan para pemimpin kelompok-kelompok bersenjata di zona de-eskalasi di bagian barat daya Suriah untuk pemulihan situasi.

Mengenai kepulangan para pengungsi di Ghouta Timur, provinsi Damaskus, Tsygankov megatakan bahwa jumlah pengungsi yang sudah pulang tercatat 71,700 orang, termasuk 100 orang yang pulang pada hari Ahad lalu.

Sementara itu, Pasukan Arab Suriah (SAA) mulai mengamankan jalur internasional dari pintu perbatasan Nasib hingga Jembatan Khirbah Ghazalah di utara kota Daraa setelah sekira empat tahun ditutup akibat pemberontakan dan terorisme.

Para petugas layaknan teknik provinsi Daraa mulai menyingkirkan penghalang-penghalang yang terbuat dari tanah, beton, dan lain-lain yang dipasang oleh kawanan bersenjata untuk memblokir jalan. (mm/rt/rayalyoum)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*