Helikopter dikerahkan untuk mencari dan menyelamatkan korban perahu tenggelam di Sungai Tigris dekat Mosul, Irak, Kamis (21/3/2019).

Mosul, LiputanIslam.com – Sebuah perahu penyeberangan yang sarat dengan warga yang sedang merayakan tahun baru Kurdi dan Hari Ibu terbalik di Sungai Tigris dekat kota Mosul, Irak utara, mengakibatkan sedikitnya 83 orang meninggal dunia.

Sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak kecil yang sempat berusaha berenang melawan derasnya deras, dan terlihat sembulan kepala mereka terombang-ambing di air di seberang restoran dan taman hiburan tempat warga menggelar perayaan pada beberapa menit sebelumnya.

Warga mencatat bahwa korban tewas akibat kecelakaan ini merupakan yang terburuk, dan diperkirakan masih akan meningkat, sementara banyak orang masih menunggu di tepi Sungai Tigris untuk mengetahui nasib dan kabar anggota keluarganya yang menjadi korban.

Kolonel Hussam Khalil, kepala pertahanan sipil di provinsi Nineveh, Irak utara, mengatakan kepada Associated Press bahwa tragedi mematikan ini terjadi ketika sebagian warga berdatangan ke kawasan wisata Ghabat untuk merayakan Nowruz, yang menandai tahun baru Kurdi sekaligus tibanya musim semi.

Perahu itu sempat mengantarkan sebagian warga ke sebuah pulau kecil di dekatnya.

Abdulrazzaq Falih, seorang relawan penyelamat, mengatakan bahwa dia bersama polisi  telah mengangkat lebih dari 20 mayat dari air.

“Anak-anak, perempuan, dan remaja, apa yang bisa saya katakan? Situasi yang sulit,” katanya.

Seorang warga bernama Abdul-Jabbar al-Jbouri menyeru polisi untuk mencari istri dan anak-anaknya.

“Istri dan tiga anak perempuanku ada di dalam air!” teriaknya.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri  Irak Mayjen Saad Maan menyatakan sebanyak 55 orang berhasil diselamatkan, termasuk 19 anak kecil.

Saksi mengatakan bahwa perahu terbalik dan tenggelam akibat kelebihan muatan.

Mosul adalah kota di Irak utara yang porak poranda oleh perang melawan kelompok teroris ISIS yang sempat mendudukinya selama tiga tahun. Pasukan Irak berhasil menumpas ISIS di Mosul pada tahun 2017 melalui operasi militer yang sangat berat dan membuat kota ini berubah menjadi puing dan reruntuhan, dan proses rekonstruksinya masih berlangsung sampai sekarang.(mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*