kapal rusia di laut kaspiaMoskow, LiputanIslam.com – Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu menyatakan empat kapal perang Rusia di Laut Kaspia ikut menghajar kawanan teroris ISIS di Suriah dengan 26 rudal Cruise. Demikian dilaporkan lembaga pemberitaan Sputnik dan Russia Today sembari menyebutkan bahwa hal itu dikemukakan Shoigu dalam rapat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Selain menggunakan jet tempur untuk memusnahkan para teroris, pagi hari ini (Rabu (10/7) kapal-kapal perang kita juga menggempur 11 posisi teroris dan semua target itu hancur. Ini menunjukkan bahwa rudal-rudal jarak jauh kita juga sepenuhnya efektif, ” ungkap Shoigu.

Juru Bicara Presiden Rusia Dmitri Peskov menyatakan bahwa serangan rudal Rusia dari Laut Kaspia itu dilakukan melalui koordinasi dengan Iran dan Irak.

Sementara itu, setelah sekian lama bungkam, Vladimir Putin memperlihatkan rasa puas atas operasi militer pasukannya di Suriah.

“Kajian yang ada menunjukkan keistimewaan hasil-hasil operasi kontra-teroris di Suriah,” ungkapnya usai menerima penjelasan dari Shoigu mengenai pelesatan rudal dari kapal perang Rusia di Laut Kaspia.

Dia menambahkan, “Kerjasama Kementerian Pertahanan dengan pasukan yang beroperasi di lapangan serta para ahli staf gabungan angkatan bersenjata Rusia telah menyebabkan tercapainya prestasi besar dalam perang melawan teroris di Suriah.”

Dia menjelaskan, “Misi para pilot Rusia dengan menggunakan senjata-senjata akurat dan bernilai serta kapal-kapal perang di Laut Kaspia yang juga turut menggempur posisi-posisi kawanan teroris telah berpengaruh besar dalam hasil-hasil operasi yang juga patut dilanjutkan melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Suriah.”

Menurutnya, peluncuran rudal secara akurat ke posisi-posisi teroris di Suriah dari jarak 1500 km menunjukkan bahwa tentara Rusia telah mencetak prestasi-prestasi besar di bidang ini.

Dia juga mengatakan bahwa dengan dukungan pasukan udara Rusia, tentara Suriah juga telah dapat melancarkan serangan secara masif terhadap posisi-posisi teroris.

Sementara itu, Associted Press mengutip pernyataan pejabat Suriah bahwa tentara negara ini telah memulai serangan darat secara masif terhadap posisi-posisi ISIS di kawasan-kawasan tengah.

Pejabat yang meminta namanya tidak disebutkan itu mengatakan, “Operasi darat telah difokuskan di provinsi Hama dan Idlib yang bersebelahan.”

Menurut laporan ini, operasi tentara Suriah itu dilancarkan di kawasan-kawasan yang diduduki oleh kelompok-kelompok teroris non-ISIS.

Rusia memulai serangan udaranya di Suriah sejak satu pekan lalu. Pemerintah Moskow mengabaikan seruan negara-negara musuh Suriah supaya menghentikan serangan terhadap kelompok-kelompok teroris yang semula mereka harapkan dapat menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad di Damaskus. Moskow malah memastikan akan terus meningkatkan serangannya serta menegaskan bahwa tak tertutup kemungkinan Rusia juga akan menggelar operasi darat.

Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Qatar, Arab Saudi, dan Turki adalah kubu negara-negara anti Suriah yang sejak lima tahun silam bermain di balik perang saudara di Suriah dengan mensponsori kelompok-kelompok pemberontak dan kawanan teroris di Suriah, termasuk ISIS dan Jabhah al-Nusra. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL