iran kapten mir saeedTeheran, LiputanIslam.com – Kapten kapal bantuan kemanusiaan Iran untuk Yaman Masoud Qazi Mir Saeed menyatakan pelayarannnya masih berjalan lancar tanpa ada kendala teknis dan keamanan.

Dalam wawancara dengan wartawan IRNA yang turut serta dalam kapal “Shahed Iran” itu  Mir Saeed mengatakan kapalnya masih berada di barat laut Samudera Hindia dan perairan internasional dekat perairan Oman.

“Kami masih melintas dari lepas pantai Madrah kemudian dari perairan dekat kepulauan yang dikenal dengan nama Kurya Mura,” katanya,  Sabtu (16/5).

Dia menambahkan bahwa kondisi laut masih bergelombang seperti kemarin dan terjadi peningkatan kecepatan angin.

“Kondisi ini membuat kecepatan kapal berkurang, namun tidak ada perubahan dalam program-program kami,” lanjutnya.

Seperti diketahui, kapal itu membawa bantuan kemanusiaan untuk korban perang Yaman sebanyak 2500 ton. Bantuan itu terdiri atas beras, tepung gandum, ikan kaleng, tenda, selimut dan obat-obatan. Dalam kapal itu juga terdapat beberapa aktivis perdamaian dari Eropa dan Amerika serta tim medis dan bergerak menuju pelabuhan Hudayda, Yaman.

Kapal ini menjadi sorotan karena dikirim ke Yaman dikirim di tengah kekhawatiran Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS) terhadap kemungkinan Iran mengirim bantuan persenjataan untuk tentara Yaman dan milisi Houthi yang dimusuhi Saudi dan negara-negara sekutunya.

Pemerintah Iran memastikan bahwa muatan kapal itu semata-mata bantuan kemanusiaan.  Pemerintahan pelarian Yaman meminta supaya kapal itu dicegat oleh pasukan koalisi, namun pihak angkatan bersenjata Iran sebelumnya sudah mengingatkan bahwa pencegatan terhadap kapal itu dapat “menyulut kobaran api yang tak dapat dikendalikan oleh AS dan Arab Saudi.”

Saudi dan sekutunya sejak 52 hari lalu melancarkan serangan udara ke Yaman dan mengakibatkan sedikitnya 1500 orang terbunuh dan ribuan lainnya menderita luka-luka.

Bantuan PBB Tiba di Yaman

Pesawat pembawa bantuan kemanusiaan PBB dilaporkan telah tiba di Sanaa. Komisaris Tinggi PBB Urusan Pengungsi, sebagaimana dilansir Sky News, menyatakan pesawat pertama pembawa bantuan kemanusiaan PBB telah mendarat di bandara Sanaa, ibu kota Yaman. Pesawat itu membawa 150 ton bantuan bahan makanan dan kesehatan, dan lima pesawat lain akan datang menyusul.

Gencatan senjata untuk jangka waktu lima hari demi bantuan kemanusiaan sudah diterapkan sejak Selasa malam lalu namun rakyat Yaman masih terdera krisis bahan makanan, obat-obatan dan bahan makanan.

Saudi Kembali Langgar Gencatan Senjata

Arab Saudi lagi-lagi dilaporkan  melanggar gencatan senjata dengan membombardir berbagai kawasan di Yaman. Keterangan sumber militer Yaman yang dilansir al-Mayadeen menyebutkan bahwa Saudi Jumat (15/5) masih melancarkan serangan udara ke Aden, menembakkan delapan roket di al-Marzaq, provinsi Hajjah, di wilayah perbatasan Saudi-Yaman, dan enam roket ke provinsi Saadah.

Tidak ada keterangan mengenai akibat berlanjutnya serangan Saudi terhadap Yaman tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL