Beirut, LiputanIslam.com –  Sumber-sumber lokal mengatakan kepada RT bahwa Gerakan Nour al-Din al-Zenki, faksi bersenjata paling aktif di daerah pedesaan di bagian barat provinsi Aleppo, Suriah, dilaporkan telah membubarkan diri sepenuhnya setelah kalah perang dengan kelompok teror Hay’at Tahrir al-Sham yang semula bernama Jabhat al-Nusra.

Sumber-sumber itu mengkonfirmasi bahwa para pemimpin Gerakan Nour al-Din al-Zenki yang bernaung di bawah bendera Front Pembebasan Nasional (FNL) yang didukung oleh Turki telah melarikan diri ke Turki dan Afrin serta daerah-daerah yang dikendalikan oleh pasukan Perisai Sungai Eufrat Turki di bagian timur laut Suriah.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) menyatakan bahwa Hay’at Tahrir al-Sham pada hari Jumat (4/1/2019) telah menguasai daerah-daerah yang semula dikuasai oleh Gerakan Nour al-Din al-Zenki di kawasan pedesaan Aleppo barat setelah empat hari pertempuran yang menewaskan lebih dari 100 militan dari kedua belah pihak.

Menurut SOHR, pertempuran itu diakhiri dengan operasi  razia oleh Hay’at Tahrir al-Sham di daerah yang ditinggal kabur oleh kelompok Nour al-Din al-Zenki, dan pertempuran bahkan berujung pada  bubarnya Gerakan Nour al-Din al-Zenki.

Hay’at Tahrir al-Sham, dalam statemennya, Jumat, menegaskan, “Kami menyesalkan tindakan pasukan al-Zanki – semula- meninggalkan daerah-daerah konsentrasi mereka terhadap rezim sehingga musuh mendapat kesempatan untuk mencoba mengendalikan beberapa kawasan di pedesaan Aleppo Barat.”

Hay’at Tahrir al-Sham dalam pernyataan itu menyandingkan kata “semula” pada  nama al-Zenki  adalah untuk menandai berakhirnya  Gerakan Nour al-Din al-Zenki dan menganggapnya sebagai bagian dari masa lalu. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*