Exercise Bright Star 2009Kairo, LiputanIslam.com – Seorang pejabat kantor kepresiden Mesir menepis laporan beberapa media bahwa dalam kunjungan Perdana Menteri Irak Heider Abadi ke Kairo, ibu kota Mesir, kedua negara ini sepakat mengenai pengiriman pasukan Mesir ke Irak.

Pejabat Mesir itu menyatakan bahwa kesepakatan Kairo dan Baghdad saat itu hanya berkenaan dengan kerjasama intelijen dan perminyakan.

“Apa yang dirilis oleh beberapa situs pemberitaan mengenai adanya kesepakatan Mesir dan Irak dalam peristiwa kunjungan Heider Abadi ke Kairo itu tidak benar,” katanya, sebagaimana dilansir Azzaman, Jumat (16/1/2015).

Dia menambahkan, “Tentara Irak cukup tangguh dan tidak memerlukan bantuan Mesir, namun ada kemungkinan digalang kerjasama di bidang pendidikan.”

Menurutnya, kerjasama kedua pihak sejauh ini masih sebatas bidang intelijen dan pertukaran informasi mengenai kelompok-kelompok penjahat dan persoalan Suriah.

“Kedua negara sepakat mengenai keharusan mempertahankan integritas Suriah, pencegahan solusi militer, dan partisipasi semua pihak untuk pencapaian solusi diplomatik bagi krisis Suriah,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan Irak menyetujui bantuan minyak kepada Mesir untuk memenuhi kebutuhan minyak negara negeri piramida ini. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*