ارتفاع حصيلة العدوان الاسرائيلي على غزة الى 120 شهيداGazaCity, LiputanIslam.com – Tentara Zionis Israel terus menggenangi Jalur Gaza dengan darah dan air mata bangsa Palestina. Laporan terbaru dari al-Alam Sabtu (12/7) menyebutkan bahwa memasuki hari kelima serangan udara Zionis ke Jalur Gaza, sebanyak 13 lagi warga Palestina gugur sehingga total jumlah syuhada bangsa tertindas ini mencapai lebih dari 120 orang. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan tidak akan berhenti sebelumnya tujuan tercapai.

Serangan terbaru Israel menimpa sebuah lembaga sosial di kota Beit Lahia, Jalur Gaza utara, menyebabkan dua orang Palestina gugur dan empat lainnya cidera, dua di antaranya kritis. Tiga warga lagi juga gugur akibat serangan lain yang menimpa bagian barat kota yang sama.

Berikutnya, lima warga gugur dan sejumlah besar lainnya menderita luka-luka, dua di antaranya parah, terkena serangan udara Israel ke kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara. Di antara para korban luka terdapat sejumlah anak kecil.

Kemudian, dua warga Palestina juga gugur dan sekitar 20 lainnya cidera terkena gempuran Israel ke kota Deir al-Balakh. Sedangkan satu lagi gugur karena luka parah yang dideritanya sejak Kamis lalu akibat serangan Israel ke bagian timur kota Gaza.

Para pejuang Palestina membalas serangan terbaru Israel dengan menembakkan beberapa roket ke beberapa sasaran di Israel.Mereka mengaku telah menembakkan lebih dari selusin roket ke arah Tel Aviv, ibu kota Israel, tiga roket ke permukiman militer Ashkelon, empat roket ke Beer Sheva, dan pangkalan militer Zikim.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam jumpa pers di Tel Aviv Jumat (11/7) menyatakan pasukan Israel telah menggempur sekitar seribu sasaran sejak melancarkan operasi militer bersandi “Protective Edge” terhadap Jalur Gaza. Dia menegaskan operasi militer ini tidak akan berhenti sebelumnya tujuannya tercapai.

“Tujuannya ialah memulihkan ketenangan dan keamanan bagi orang-orang Israel, dan kami pasti akan berhasil. Kami akan menghentikan operasi setelah ketenangan dan keamanan pulih,” ujarnya sembari menyebutkan bahwa operasi militer Israel masih memerlukan waktu lebih banyak, sebagaimana dilansir Rai al-Youm Sabtu (12/7)

Saat ditanya mengapa Israel ternyata belum memulai operasi darat, Netanyahu mengatakan, “Kami mempelajari semua opsi yang ada. Kami siap menghadapi segala kemungkinan, termasuk operasi darat, dan pasukanpun sudah siap sepenuhnya dalam rangka ini.”

Dia menambahkan, “Kami akan memperhebat serangan udara kami dalam beberapa hari mendatang. Tidak ada satupun kekuatan di dunia yang dapat mencegah tindakan kami terhadap para teroris di Gaza yang terus mengancam orang-orang Israel.”

Sumber-sumber keamanan Palestina menyebutkan bahwa para pejuang Palestina sejauh ini sudah menembakkan lebih dari 600 roket dari Jalur Gaza ke berbagai sasaran di Israel. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL