tragedi mina saudi2Mekkah, LiputanIslam.com – Departemen Kesehatan (Depkes) Saudi menepis laporan bahwa jumlah korban meninggal tragedi Mina membengkak menjadi lebih dari 4000 orang.

Sebagaimana dilansir laman Saudi Akhbaar24, Depkes Saudi menyatakan tidak benar laporan yang dikaitkan dengan pernyataan Wakil Menteri Kesehatan Saudi, Hamad bin Muhammad al-Duwailaa.

Menurut laman Saudi tersebut, belakangan ini muncul berita-berita hoax di beberapa media yang disebutkan berasal dari keterangan al-Duwailaa bahwa jumlah korban meninggal tragedi Mina membengkak menjadi 4,173 orang, padahal sebelum itu di halaman Twitter dia menyebutkan bahwa korban meninggal tragedi Mina yang terjadi pada Kamis pekan lalu itu berjumlah 792 orang.

Namun demikian, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengatakan jumlah seluruh korban Tragedi Mina sudah mencapai 1.107 orang, dan masih akan bertambah lagi.

“Jumlah total jenazah korban tragedi mina 1.107 jamaah. Jam 16 nanti akan dirilis lagi foto-foto jenazah,” kata Menag Lukman Hakim Saifuddin, dalam jumpa pers di Kantor Urusan Haji Daerah Kerja Makkah, Senin (28/9/2015), seperti dimuat Harian Terbit.

Jumlah Korban Asal Indonesia

Sedangkan mengenai jumlah korban asal Indonesia, tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengatakan bertambah menjadi 46 orang, namun empat di antaranya adalah warga Indonesia yang bermukim di Arab Saudi.

Kepala Daerah Kerja Mekkah Arsyad Hidayat mengatakan jumlah tersebut merupakan peningkatan dari 45 jenazah yang telah diidentifikasi.

“Satu jamaah yang baru teridentifikasi atas nama Dahlia Sulaeman Hamdan dari Kloter BTH 14,” kata Arsyad dalam keterangan pers Kementerian Agama, sebagaimana dilansir BBC.

Indonesia Kecam Saudi

Pemerintah Indonesia menuding pemerintah Saudi menghalangi upaya para diplomat Indonesia mendapatkan data-data korban. Kantor berita Turki, Anadolu, melaporkan pernyataan pejabat Kementerian Luar Negeri RI Lulu Muhammad Iqbal bahwa otoritas Saudi tidak memberikan kepada diplomat Indonesia data-data itu hingga Senin sore lalu (28/9), sementara Times of India menyebutkan bahwa sebagaimana Iran, Indonesia juga menyalahkan pemerintah Saudi terkait insiden Mina.

Anadolu juga mengutip pernyataan Menteri Agama RI bahwa otoritas Saudi tidak mengizinkan jemaah haji Indonesia mendatangi rumah sakit untuk mencari anggota keluarganya yang menjadi korban Tragedi Mina.

“Kami menghargai adanya tradisi, aturan dan kebudayaan tertentu pemerintah Saudi dalam penanganan kondisi seperti ini, tapi seharusnya ada pemberitahuan kepada kami mengenai kondisi warga kami,” kata Saifuddin. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL