korban di suriahDamaskus, LiputanIslam.com – Perang Suriah yang dipicu oleh pemberontakan terhadap Presiden Bashar al-Assad dilaporkan telah menelan korban tewas sebanyak lebih dari 150,000 orang.

Pengawas Hak Asasi Manusia (HAM) Suriah dalam laporan terbarunya yang dirilis Selasa (01/04) menyatakan jumlah korban tewas akibat perang yang berkobar sejak tiga tahun silam itu bertambah menjadi 150,344 orang yang 51,212 di antaranya adalah warga sipil, termasuk 7,985 anak kecil.

Laporan itu merinci bahwa dari total jumlah tersebut, sebanyak 37,781 korban tewas berasal dari pihak oposisi bersenjata, termasuk  militan dari kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIL) dan kelompok lain yang berafiliasi dengan jaringan teroris al-Qaedah, Front al-Nusra. Sedangkan korban tewas di pihak pasukan pro pemerintah mencapai 58, 480 orang, termasuk lebih dari 35,000 tentara reguler.

Pengawas HAM Suriah menambahkan bahwa 2,871 orang lain juga tewas akibat pertempuran, namun identitas mereka masih belum diketahui. Di samping itu, lembaga ini juga mengklaim bahwa 18, 000 orang hilang setelah ditangkap oleh pasukan keamanan Suriah, dan 8,000 orang lainnya diculik atau ditawan oleh pasukan pemberontak.

Sebelumnya, lembaga pengawas lain yang berbasis di Inggris dan melakukan pemantauan melalui sumber-sumber jaringan aktivis, medis dan keamanan menyebutkan jumlah yang jauh lebih besar untuk korban tewas Perang Suriah, yaitu 220,000 orang.

Perang Suriah berkobar sejak tahun 2011. Pemerintah Damaskus menyatakan perang ini berkobar akibat suplai dana dan senjata Barat dan negara-negara sekutunya di Timur Tengah kepada kaum pemberontak dan ekstrimis. (mm/presstv/theguardian)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*