Iran not accept Geneva I communiqué: FM spokeswomanTeheran, LiputanIslam.com – Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Marzieh Afkham menegaskan percuma Iran ditekan, dan karena itu semua pihak sebaiknya menerima keabsahan hak Iran memanfaatkan teknologi nuklir tujuan damai.

“Ancaman dan tekanan terhadap bangsa Iran tidaklah berpengaruh, dan perundingan hanya akan membuahkan hasil jika didasari sikap saling hormat, prinsip kesetaraan dan pengakuan terhadap hak bangsa Iran,” ungkap Afkham, seperti dikutip Farsnews, Sabtu (5/4).

Jubir Kemlu Iran menilai analisa-analisa yang diangkat oleh forum-forum Amerika Serikat (AS) mengenai program nuklir Iran tak lain didasari oleh asumsi-asumsi salah dan informasi-informasi yang tidak lengkap mengenai program nuklir damai Iran sehingga “mencurigakan” dan tidak konstruktif.

“Di saat perundingan Republik Islam Iran dengan Kelompok 5+1 masih berlanjut, keraguan dan rekomendasi-rekomendasi yang dilandasi oleh pandangan kalangan garis keras tidak dapat memberikan kontribusi apapun bagi proses ini,” imbuh Afkham.

Lebih jauh dia mengingatkan, “Iran melanjutkan perundingan dengan Kelompok 5+1 adalah demi menikmati haknya yang sah untuk memanfaatkan energi nuklir tujuan damai dalam bingkai Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), dan dalam rangka ini Iran siap mengatasi kerisauan yang ada di bidang ini di kawasan.”

Perundingan tiga hari tim ahli Iran pimpinan Hamid Baedinejad dengan Kelompok 5+1 berakhir di Wina, ibu kota Austria, Sabtu (5/4). Baedinejad menilai perundingan yang dimulai Kamis lalu itu bermanfaat. Menurutnya, perundingan itu telah membahas antara lain persoalan-persoalan seputar upaya Iran meraih teknologi, pasar dan sumber-sumber perbankan, mekanisme pengawasan dan pemeriksaan, serta  penjadwalan tahap final perundingan.

Perundingan tahap ketiga Iran dengan Kelompok 5+1 mengenai langkah terakhir kesepakatan Genewa akan diselenggarakan di Wina 8-9 April mendatang. Sehari sebelum perundingan ini dimulai, Menlu Iran Mohammad Javad Zarif dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton untuk melakukan kordinasi awal mengenai perundingan tahap ketiga tersebut.

Perundingan tahap kedua telah berlangsung di Wina pada 18-19 Maret lalu, membahas persoalan antara kerjasama internasional di bidang teknologi nuklir tujuan damai, pengayaan uranium, reaktor riset Arak dan sanksi terhadap Iran. Sebelum penyelenggaraan perundingan Wina tahap ketiga, kedua pihak dijadwalkan mengadakan perundingan tim pakar.

Pada perundingan Wina 1, kedua pihak sepakat untuk menyelenggarakan lima atau enam tahap perundingan lagi hingga Juli mendatang. Tahap pertama dan kedua sudah diselenggarakan di Wina.  (mm/farsnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*