GazaCity, LiputanIslam.com –  Sekjen faksi pejuang Jihad Islam Palestina Ramadan Shalah menegaskan pihaknya tidak akan pernah meletakkan senjata dalam perjuangan melawan Rezim Zionis Isael.

“Kami tidak akan pernah mengakui eksistensi Israel di setitikpun tanah Palestina,” tegasnya dalam peringatan ke-69 tahun Hari Nakba di Jalur Gaza, Senin (15/5/2017).

Menyinggung aksi mogok makan yang dilakukan oleh para tahanan Palestina di penjara-penjara Israel dia mengingatkan bahwa semua opsi tersedia bagi faksi Jihad Islam untuk melawan Israel.

“Musuh masih terus menggunakan otot dan mengganggu, jika ini mencelakakan para tahanan Palestina maka kami tidak akan diam berpangku tangan. Kami tidak akan membiarkan para tahanan menjadi mangsa pembangkangan dan kebencian rezim rasis Zionis. Kami memiliki opsi tak terbatas untuk resistensi, dan ini sudah cukup,” tegasnya.

Dia mengingatkan bahwa Jihad Islam tidak akan pernah mengakui eksistensi Rezim Zionis di bumi Palestina.

“Di Jihad Islam kami akan terus menindak lanjuti opsi pembebasan seluruh wilayah Palestina, tidak akan pernah meletakkan senjata, dan tidak akan mengakui kaum Zionis pada setitikpun tanah Palestina… Mengakui Israel tak ubahnya dengan memusnahkan Palestina dan pemilik asalnya, padahal siapun tidak bisa memusnahkan dan menghapus Palestina,” tandasnya.

Hal senada sebelumnya juga ditegaskan oleh anggota Biro Politik Gerakan Resistensi Islam (Hamas), Mohammad al-Zahar. Dia memastikan Hamas tidak akan pernah mundur dari prinsip-prinsipnya, dan akan terus berjuang untuk membebaskan tanah air Palestina.

“Kami tak akan mundur dari satupun di antara prinsip-prinsip kami. Kami akan terus berjuang membela hak rakyat Palestina, baik yang Muslim maupun yang Kristen…. Kami tidak akan mundur dari tanah air dan kesucian kami barang sejengkal,” ungkapnya.

Hari Nakba merupakan momen peringatan peristiwa pertama kali terjadi pendudukan Palestina dan pengungsian ratusan ribu orang Palestina oleh Rezim Zionis Israel pada tanggal 15 Mei 1948. Dampak tragedi  ini sampai sekarang masih mendera lebih dari 12 juta orang Palestina yang tersebar di pelbagai penjuru dunia.

Tanggal 15 Mei juga merupakan peringatan ke-50 tahun pendudukan Tepi Barat dan Jalur Gaza oleh kaum Zionis Israel. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL