PALESTINIAN-ISRAEL-GAZA-CONFLICTGazaCity, LiputanIslam.com – Faksi Jihad Islam Palestina menyatakan apresiasinya atas dukungan Iran kepada para pejuang Palestina dalam melawan kejahatan Israel terhadap bangsa Palestina di Jalur Gaza sehingga sekarang terjadi keseimbangan ketakutan, terutama setelah roket pejuang Palestina menjangkau lokasi sekitar reaktor Dimona milik Israel.

“Perkembangan yang terjadi sekarang pada gerakan pejuang Palestina dalam pertempuran yang sedang dijalani bangsa Palestina di belakang para pejuang Brigade al-Quds, Brigade al-Qassam dan Brigade Abu Ali Mostafa adalah pertempuran yang sangat penting dan berbeda dengan pertempuran-pertempuran sebelumnya,” ungkap pemimpin senior Jihad Islam, Khaled al-Batash, kepada TV al-Alam Selasa (15/7).

“Kali ini bangsa Palestina telah menetapkan bahwa perimbangan tidak hanya berupa ketenangan lawan ketenangan, bahkan tidak bisa Gaza saja yang dihujani serangan sedangkan kota-kota di Tanah Pendudukan (Israel) tentram dan aman. Api harus dibalas dengan api, peluru dengan peluru, dengan demikian maka terjadilah keseimbangan rasa takut, atau setidak keseimbangan rasa takut yang diciptakan oleh roket-roket para pejuang terbukti signifikan dalam pertempuran kali ini,” imbuh al-Batash.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa bangsa Palestina berhak mencari dan memiliki sumber-sumber kekuatan, dan dlam hal ini dia memuji peranan Republik Islam Iran.

“Kami sebagai bangsa terjajah berhak mencari sumber-sumber kekuatan di manapun, dan kami telah mendapatkannya pada saudara-saudara yang telah menyalurkan bantuan dan dukungan kepada Palestina, terutama Republik Islam Iran. Biarlah masalah ini menjadi terang dan jelas,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa para pejuang Palestina telah sekian lama bersabar belajar dan tekun berlatih hingga meraih teknologi seperti yang telah diujicobakan sekarang dalam pertempuan dan terbukti sukses dengan sangat gemilang dalam perlawanan terhadap Israel.
“Kami sebagai bangsa terjajah tentu terbatas dari segi kemampuan. Beberapa pengalaman yang telah kami dapat adalah berkat bantuan sebagian saudara kami,” kata al-Batash.

Petinggi Jihad Islam ini kemudian menyebutkan ketakutan Israel ketika kawasan reaktor nuklir Israel terjangkau oleh roket yang dilesatkan oleh Brigade al-Quds. Katanya, ada wartawan Israel yang mengatakan bahwa tak terbayang apa yang akan terjadi seandainya roket itu menerjang reaktor nuklir Dimona.

Menurutnya, ketakutan itulah yang menyebabkan Israel mulai berbicara soal gencatan senjata. Mereka tak menyangka reaksi dan balasan para pejuang Palestina akan sedemikian hebat dan mengejutkan.

Sementara itu, Selasa (15/7) dini hari Israel masih melanjutkan serangan udara ke Jalur Gaza. FNA melaporkan bahwa syuhada Palestina bertambah lagi menjadi 194 orang. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL