palestina ramadhan abdullah shalah

Sekjen faksi Jihad Islam Palestina Ramadan Abdullah Shalah (kiri) dalam sebuah pertemuan dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Grand Ayatollah Ali Khamanei di Teheran, Iran.

Beirut, LiputanIslam.com – Sekjen Jihad Islam Palestina Ramadan Abdullah Shalah mengapresiasi dukungan penuh dan kontinyu Iran kepada perjuangan rakyat Palestina, sekaligus menyesalkan proses pendekatan beberapa negara Arab dengan Rezim Zionis Israel.

Hal itu dia kemukakan dalam pertemuan dan dialognya dengan delegasi parlemen Iran pimpinan Alaeddin Boroujerdi, ketua komisi keamanan nasional dan kebijakan luar negeri parlemen Iran di Beirut, ibu kota Lebanon, Selasa (2/8/2016).

Dalam pertemuan ini kedua pihak mendiskusikan berbagai persoalan dan perkembangan situasi di Timteng, terutama Palestina, serta mekanisme penyaluran bantuan kepada rakyat dan para pejuang Palestina dalam berhadapan dengan musuh, Israel. Kedua pihak menegaskan bahwa semua tanah Palestina harus bebas dari pendudukan kaum Zionis Israel.

Sebagaimana dilansir IRNA, Ramadan Abdullah dan Boroujerdi menyampaikan pernyataan bersama bahwa setelah kurun waktu empat dekade perkembangan situasi Timteng, khususnya terkait isu Palestina, kini terungkap bagaimana hakikat sebagian negara Arab Timteng. Keduanya mengecam tindakan negara-negara itu mengaku menyokong Palestina tapi kenyataannya malah berupaya menormalisasi hubungan mereka dengan musuh Palestina.

Keduanya menegaskan bahwa segala bentuk perdamaian dengan musuh, Rezim Zionis, tak lain adalah pengkhianatan kepada cita-cita bangsa Palestina, muqawamah dan intifada, dan bahkan pengkhianatan besar terhadap bangsa-bangsa Arab dan umat Islam.

Mereka juga menegaskan bahwa normalisasi yang sedang diproses melalui kunjungan para pejabat dan tokoh negara-negara itu ke Israel ditujukan untuk menghapus berkas perkara Palestina dan menelantarkan rakyat tertindas Palestina di depan Israel demi memenuhi kepentingan kaum Zionis dan negara arogan Amerika Serikat.

Keduanya mendesak supaya “konspirasi, pengkhianatan, kerjasama, dan persekongkolan sejumlah negara regional itu dengan musuh, Zionis, terhadap bangsa tertindas Palestina dan kubu muqawamah segera dihentikan.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL