Moskow, LiputanIslam.com –  Militer Rusia mengaku bahwa pada Selasa lalu (4/9/2018) telah melancarkan serangan udara dengan menggunakan empat unit jet tempur pada sasaran kelompok teroris Jabhat al-Nusra di Idlib, satu-satunya provinsi di Suriah yang masih dikuasai oleh kawanan teroris dan pemberontak.

Juru bicara militer Rusia Igor Konashinkov  dalam sebuah statemennya  yang dirilis Rabu (5/9/2018) menyatakan, “Empat jet tempur yang bertolak dari pangkalan Hmeimim telah melancarkan serangan dengan menggunakan senjata berpresisi tinggi ke sasaran-sasaran teroris Jabhat al-Nusra (Hayat Tahrir al-Sham) di provinsi Idlib.”

Sebelumnya di hari yang sama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan  bahwa serangan secara meluas di Idlib berpotensi menimbulkan “pembantaian besar”.

“Pembantaian besar bisa terjadi jika rudal-rudal dijatuhkan ke sana,” katanya kepada wartawan di atas pesawat dalam perjalanan pulang dari kunjungannya ke Kirgizstan.

Pernyataan ini dinyatakan Erdogan ketika Pasukan Arab Suriah (SAA) terus mengerahkan kekuatannya di Idlib sebagai persiapan untuk melancarkan operasi militer besar-besaran untuk menumpas kawanan bersenjata di provinsi ini.

Peringatan serupa juga dilontarkan beberapa hari sebelumnya oleh Presiden AS Donald Trump melalui halaman Twitternya.

“Presiden Suriah Bashar Assad hendaknya tidak menyerang provinsi Idlib secara membabi buta. Rusia dan Iran akan melakukan kesalahan kemanusiaan yang besar dalam tragedi kemanusiaan yang potensial ini,” cuitnya.

Dia menambahkan, “Ratusan ribu orang bisa terbunuh. Jangan biarkan itu terjadi!”

Jet tempur Rusia menggempur beberapa kawasan di Idlib setelah kawanan bersenjata di Idlib menyerang posisi SAA di provinsi Latakia hingga menewaskan tiga anggota SAA.  (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*