Beirut, LiputanIslam.com –  Para petinggi kelompok pejuang Islam Hizbullah yang berbasis di Lebanon menilai rontoknya jet tempur F-16 milik Israel oleh rudal Suriah telah menyebabkan jatuhnya mental rezim penjajah Palestina tersebut sehingga tidak akan berani mengobarkan perang secara total, meskipun masih akan bernyali menyerang posisi-posisi Hizbullah di Lebanon jika mendapatkan persetujuan Amerika Serikat (AS).

Menteri Pemuda dan Olah Raga Lebanon Mohammad Fanish yang berasal dari Hizbullah dalam wawancara telefon dengan kantor berita Jerman, DPA, Minggu (11/2/2018), mengatakan, “Kami selalu mengantisipasi segala kemungkinan terburuk dari Israel dan para pemimpinnya, dan sama sekali tidak mengecilkan segala kemungkinan. Namun, realitas dan data-data di lapangan menunjukkan bahwa mereka menyadari dengan baik betapa mereka tidak dapat melancarkan agresi terhadap Lebanon karena mereka menduga akan mendapat reaksi sengit dan menyakitkan dari semua pihak di Lebanon; tentara, kubu resistensi, dan terutama rakyat. Saya kira mereka akan berpikir ulang sebelum melakukan tindakan bodoh ini.”

Dia menjelaskan, “Masalah ini berkaitan dengan kebijakan politik AS di kawasan karena Israel tidak melakukan tindakan apapun tanpa proteksi AS, apalagi tindakan ini akan disusul dengan perang berskala luas, sebagaimana juga berhubungan dengan niat dan kebijakan Israel yang sangat terpukul menyaksikan Suriah pulih dan dapat mengalahkan mesin-mesin takfiri Israel semisal ISIS.”

Dia menambahkan, “Pelanggaran Israel terhadap Lebanon nyaris dilakukan sehari-hari, tapi jika Israel hendak melakukan eskalasi dan melancarkan aksi militer secara langsung terhadap Lebanon maka keputusan politik Lebanon adalah membela negara dan kedaulatannya dan menggunakan semua kartunya yang sah.”

Senada dengan ini, anggota parlemen Lebanon dari fraksi Hizbullah Walid Sukkarieh memastikan bahwa serangan Israel terhadap posisi Hizbullah beresiko mengobarkan perang regioal yang melibatkan sejumlah negara.

“Pernyataannya ialah apakah Israel menginginkan perang regional, dan apa tujuan yang hendak ia wujudkan? Memang ada dugaan bahwa ia akan melakukannya untuk menduduki wilayah Suriah dan mengadakan sabuk pengaman untuk mencegah eksistensi Kubu Resistensi di kawasan ini seperti yang ada di Lebanon,” katanya.

Dia melanjutkan, “Namun, Israel tidak akan menempuh langkah demikian tanpa lampu hijau dan jaminan AS untuk jalannya perang dan hasilnya. Pertama ialah tidak adanya campurtangan Rusia, adanya dukungan militer AS secara cepat dan siaga penuh untuk menyokong pertahanan jika Israel melemah, dan pengambilan keputusan yang tepat di Dewan Keamanan PBB untuk mengukuhkan hasil perang ini dengan daya pencegahan yang mengembalikan kawasan ini ke Pasal 7, bukan pasukan penjaga perdamaian, untuk menjamin keamanan Israel.” (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*