kapal USS SterettWashington, LiputanIslam.com – Tentara Amerika Serikat (AS) telah menyelamatkan dua pilot pesawat tempur F-15 milik Arab Saudi yang jatuh di perairan Yaman, negara yang menjadi sasaran serangan udara Saudi dan sekutunya sejak Rabu malam atau Kamis dini hari lalu (25-26/3/2015).

Sebagaimana dilaporkan Rai al-Youm, pemerintah Riyadh mengakui bahwa dua pilotnya telah selamatkan “dengan kerjasama AS”. Namun, Riyadh mengklaim pesawat mereka jatuh bukan karena tertembak, melainkan karena “kerusakan teknis” yang terjadi pada Rabu malam.

Pejabat Kementerian Pertahanan AS Jumat menyatakan militer AS telah menyelamatkan dua pilot Saudi di sekitar Teluk Aden. Kedua pilot itu telah menyelamatkan diri dengan mengaktifkan kursi lontar, namun keduanya menderita luka parah.

Kapal destroyer rudal USS Sterett mengordinasikan pencarian, sementara kapal USS New York akhirnya menemukan keduanya. Helikopter penyelamat lantas diterbangkan dari Djibouti untuk mengevakuasi mereka.

Seperti diketahui, Saudi memimpin operasi militer koalisi untuk menundukkan milisi al-Houthi yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman, sementara AS, sebagaimana dilaporkan situs berita CNN, sejauh ini hanya memberikan dukungan tanpa ikut berpartisipasi.

Gedung Putih menyatakan bahwa Raja Salman dari Arab Saudi menyampaikan ucapan terima kasihnya via telefon kepada Presiden AS Barack Obama atas penyelamatan dua pilot tersebut oleh tentara AS.

Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS Bernadette Meehan menyatakan bahwa Obama kembali menegaskan kuatnya persahabatan antara AS dan Saudi serta menekankan dukungan penuh AS kepada serangan Saudi terhadap Yaman.

Hal senada juga dinyatakan oleh Menteri Luar Negeri AS John Kerry Kamis lalu. Dia mengatakan bahwa negaranya mengapresiasi aksi militer Saudi serta mendukungnya melalui pembagian informasi intelijen, asistensi target dan bantuan logistik. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*