f-16 bahrainRiyadh, LiputanIslam.com – Jet tempur F-16 milik Bahrain yang ikut terlibat dalam koalisi Arab anti Yaman jatuh di Jizan, Arab Saudi, namun pilotnya ditemukan selamat dan telah dipulangkan ke negara asalnya. Demikian dilaporkan kantor berita resmi Arab Saudi, SPA, berdasarkan pernyataan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.

Disebutkan bahwa jet tempur buatan AS itu terhempas akibat “gangguan teknis” pada Rabu pagi (30/12).

Jizan yang terletak di perbatasan Saudi dengan Yaman kerap dijatuhi rudal-rudal yang berasal dari wilayah Yaman sejak pasukan koalisi pimpinan Saudi melancarkan serangan ke Yaman untuk membela presiden tersingkir Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi dan menumpas milisi Ansarullah (Houthi) yang didukung militer loyalis mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh.

Jet tempur itu jatuh sehari setelah Bahrain mengumumkan tiga perwiranya tewas akibat “kecelakaan” saat menjalankan misi pasukan koalisi Arab di bagian selatan Saudi, tanpa menyebutkan kapan dan bagaimana kecelakaan itu terjadi.

Di pihak lain, pasukan Ansarullah menyatakan jet tempur itu rontok akibat serangan mereka.

Sebanyak delapan tentara Bahrain tewas selama pasukan koalisi itu melancarkan serangan ke Yaman yang dimulai sejak Maret lalu.
Pasukan koalisi itu terdiri atas Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Sudan, namun Selasa lalu (29/12) Kuwait menyatakan akan segera mengirim pasukan daratnya ke Yaman untuk bergabung dengan pasukan koalisi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL