iran-israel-flagTelAviv, LiputanIslam.com – Surat kabar Israel, Jerussalem Post (JP), memuat analisa yang menilai Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama ngotot ingin menjalin kesepakatan dengan Iran di bidang nuklir negara republik Islam ini.

Media massa milik sayap kanan Zionis ini menyatakan bahwa di saat Teheran bersikukuh pada kebijakan politiknya serta menyadari realitas bahwa Washington tidak ingin berkonfrontasi dengan Teheran, ada kemungkinan tenggat waktu hingga 24 November 2014 akan diperpanjang dan ini akan membuat Iran dapat melanjutkan aktivitas sentrifugal nuklirnya sekaligus meneruskan “negosiasi sia-sianya” dengan Kelompok 5+1 (anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa plus Jerman).

Menurut JP “sarkasme” para pejabat Iran terhadap gagasan Menteri Luar Negeri AS John Kerry tidak mengendurkan hasrat Gedung Putih untuk “menjinakkan” Iran.

“Dewasa ini ada keyakinan yang meluas bahwa permusuhan terhadap Israel kian meningkat dibanding sebelumnya, terutama belakangan disebut-sebut bahwa Israel sudah kehilangan kesempatannya untuk menggunakan opsi militer terhadap instalasi-instalasi nuklir Iran, dan ini di tahap awal menguntungkan Iran,” tulis JP, sebagaimana dikutip IRNA, Kamis (13/11).

Dalam situasi demikian, diam-diam AS berusaha mengambil hati Iran dalam perang melawan kelompok Negara Islam (IS/ISIS), padahal Iran sudah dinyatakan AS sebagai negara pengacau. Karena itu, lanjut JP, kredibilitas AS anjlok pada titik terendah di mata negara-negara Arab “moderat”.

JP juga menyinggang kebersikukuhan Iran pada pendiriannya dalam perundingan dengan kekuatan-kekuatan besar dunia.

“Sejauh ini ini pemerintah AS telah menyetujui proses pengayaan uranium di Iran. Kekuatan-kekuatan besar dunia juga menyepakati adanya 1,000 unit sentrifugal dalam daur nuklir Iran, dan Iranpun menolak pemusnahaan sejumlah sentrifugal ini,” ungkap JP.

JP kemudian menyinggung laporan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) tentang nuklir Iran serta menuduh Teheran telah melanggar kesepakatannya dengan lembaga ini.

Sembari menyinggung kebencian Iran yang luar biasa terhadap Israel, JP menyatakan, “Israel tidak dapat menerima negara sedemikian ini memiliki kekuatan nuklir.”

Mengenai kabar terungkapnya surat-surat rahasia Obama kepada pemimpin tertinggi Iran Grand Ayatullah Ali Khamenei, JP menyebutkan bahwa Obama akhirnya mengambil langkah mundur terkait kabar tersebut sembari mengatakan bahwa sejauh ini masih terlampau jauh jarak untuk dapat mencapai kesepakatan dengan Iran.

“Prioritas kita dalam hubungan dengan Iran ialah bahwa jangan sampai negara ini menjadi negara penyandang senjata nuklir,” kata Obama.

Menurut JP, pernyataan ini justru menjatuhkan kredibilitas Obama di mata para mitra terdekatnya.

Seperti diketahui, sejak beberapa tahun lalu Iran bersikukuh menjalankan proyek nuklir yang dikatakannya bertujuan damai, namun oleh negara-negara besar Barat selalu dicurigai sebagai upaya untuk menguasai senjata nuklir.

Berbagai tekanan ekonomi dan bahkan ancaman militer telah dilakukan AS dan Israel supaya Iran menghentikan program tersebut, namun Teheran tetap melenggang dan tak menggubris tekanan itu hingga kemudian diupayakan solusi-solusi diplomatik untuk meredakan ketegangan Iran dengan Barat, meski berjalan dengan sangat alot dan  ditentang habis-habisan oleh Israel. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL