Jaber alMubarak alSabah PM KuwaitKuwaitCity, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Kuwait Syeikh Jaber al-Mubarak al-Hamad al-Sabah menyatakan pihaknya ingin menjalin hubungan sebaik mungkin dengan semua negara jirannya, termasuk Iran, “berdasarkan semangat kerukunan hidup bertetangga dan  prinsip saling menghormati”.

“Kuwait berusaha mewujudkan hubungan sebaik mungkin dengan Iran dan semua negara tetangga, tapi tentu salah satu tema perundingan kami dengan para pejabat Iran ialah berkenaan dengan beberapa kebijakan regional Iran,” tuturnya dalam wawancara dengan koran al-Hayat yang bermarkas di London, Inggris, seperti dikutip IRNA, Minggu (28/2).

Menanggapi berbagai laporan mengenai kemungkinan terjadinya konfrontasi baru di Timteng dia menyoal, “Belum cukupkah kita menyaksikan perang di kawasan sehingga ada pernyataan-pernyataan akan terjadi perang baru? Kita semua harus belajar dari masa lalu dengan mencamkannya dalam-dalam.”

Mengenai kesepakatan nuklir Iran dengan Barat dia berkomentar, “Kami sama sekali tidak merasa risau terhadap kesepakatan ini. Sebaliknya, kami setuju dengan segala bentuk kesepakatan yang menjauhkan kawasan ini dari momok perang dan ketegangan. Setiap negara berhak memanfaatkan teknologi nuklir bertujuan damai, dan kami menilai interaksi Iran dengan masyarakat internasional positif.”

Lebih lanjut dia menyayangkan bungkamnya khalayak internasional terhadap aktivitas nuklir militer Israel.
“Sayang sekali, Rezim Zionis merasa mendapat pengecualian dari segala bentuk upaya pengawasan internasional terhadap aktivitas nuklirnya. Ini menjadi sebab meningkatnya persaingan nuklir di kawasan,” sesalnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL